SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Jalan Jalan Sehat (JJS) dalam rangka Dies Natalis ke-65 SMAN 1 Sumenep, sekolah favorit yang familiar dijuluki SMANSA berlangsung meriah, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Suasana penuh keceriaan membanjiri pusat Kota Sumenep pada Sabtu pagi. Ribuan siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga keluarga besar SMAN 1 Sumenep tumpah ruah mengikuti Jalan Jalan Sehat (JJS) dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65 itu.
Pada Dies Natalis ke-65 SMANSA juga banjir dukungan dan ucapan selamat. Dukungan juga datang dari MH. Said Abdullah Institute, lembaga yang digagas politisi senior sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah, asal Sumenep.
Sehingga perayaan Dies Natalis ke-65 SMANSA tahun ini sangat istimewa. Dan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas generasi, tetapi juga momentum kebangkitan semangat kebersamaan antara keluarga besar sekolah dengan para alumni sekolah favorit itu.
Kehadiran dukungan pada Dies Natalis ke-65 SMANSA itu menjadi bukti nyata betapa eratnya hubungan alumni dengan almamater tercinta pada lembaga satuan pendidikan favorit yang kini dipimpin Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd.
Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd, mengaku bangga melihat antusiasme seluruh keluarga besar SMANSA yang kini dipimpinnya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, keluarga besar SMANSA, serta para alumni yang telah hadir dan berpartisipasi. Dukungan ini adalah bukti bahwa Smansa tetap menjadi rumah besar yang menyatukan kita semua,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Kepsek Rafiudin, Dies Natalis bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang SMANSA selama 65 tahun.
“Dies Natalis ini menjadi pengingat bahwa SMANSA telah banyak mencetak generasi penerus bangsa. Semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan membawa Smansa semakin maju di masa depan,” ungkapnya.
Dies Natalis ke-65 SMANSA tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga meneguhkan tekad seluruh keluarga besar untuk terus menjaga tradisi unggul.
“SMANSA bukan hanya sekolah, melainkan bagian dari sejarah hidup kita bersama. Mari kita rawat dan kita jaga dengan penuh kebanggaan,” ajak Kepsek Rafiudin.


