PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

JSI Peduli Tempat Ibadah, Galang Dana untuk Pembangunan Ulang Musala yang Roboh

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya pembangunan ulang Musola Al-Ikhlas di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, terus menunjukkan progres signifikan. Setelah kerangka bangunan berdiri, kini proses renovasi memasuki tahap pemasangan atap. Sejumlah kayu dan genting juga telah dibeli oleh anggota Jurnalis Sumenep Independen (JSI) sebagai bagian dari percepatan pembangunan. Bahkan, kebutuhan keramik untuk lantai musola telah disanggupi oleh salah satu dermawan.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarkomunitas mampu menghidupkan kembali nilai gotong royong, terutama ketika fasilitas ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga mengalami kerusakan.

Salah satu pengurus JSI, David Siregar, mengatakan bahwa jurnalis tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun masyarakat.

“Jurnalis harus menjadi motor kebaikan. Selain itu, jurnalis harus berperan penuh dalam kemajuan pembangunan di semua lini sektor,” ujarnya.

Sementara pengurus JSI lainnya, Toifur Ali Wafa, menambahkan bahwa nilai kemanusiaan harus terus dirawat melalui aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Nilai-nilai kemanusiaan harus terus kita gerakkan. Selain menggalang dana pembangunan musola yang roboh, JSI juga berkolaborasi dengan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Kabupaten Sumenep dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadi pelopor desa dan kota bersih,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan kebersihan adalah bagian dari upaya merawat lingkungan sosial dan spiritual masyarakat.

“Mari wujudkan Sumenep bersih. Kita harus menjadi pelopor Sumenep bersih dan dimulai dari desa-desa,” tegasnya.

Gerakan pembangunan Musola Al-Ikhlas sendiri muncul sebagai respon cepat atas robohnya musola yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah, pengajian, dan aktivitas sosial warga. Musola yang ambruk itu bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi juga mengganggu denyut spiritual masyarakat di sekitarnya.

Melalui penggalangan dana yang digerakkan komunitas jurnalis, relawan muda, dan berbagai elemen masyarakat, pembangunan darurat telah mencapai sekitar 20 persen. Pemasangan atap diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga warga kembali dapat beribadah dengan lebih nyaman.

Selain membantu secara fisik, gerakan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas ibadah dan merawatnya secara gotong royong. JSI dan relawan berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama.

Upaya ini diharapkan bukan hanya membangunkan kembali Musola Al-Ikhlas, tetapi juga menghidupkan semangat kepedulian, memperkuat solidaritas sosial, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi masyarakat yang beradab.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Momentum Hari Buruh 2026, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Keadilan bagi Pekerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Buruh Internasional...

May Day 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi Dorong Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Buruh Internasional...

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Oleh: Fauzi As OPINI (JURNALISINDONESIA) – Jika menyebut...

Jumhur Hidayat di Tengah Samudra Ring of Fire dan Struktur Kemunafikan Kolektif: Apa yang Bisa Kamu Kerjakan, Kawan?

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si (Akademisi, Direktur...

Rezim Gemoy, Reshuffle Jilid V: Konsolidasi Kekuasaan atau Strategi Bertahan

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si (Akademisi, Direktur...

BarokahNet Jadi Tuan Rumah, APJII Jatim Dorong Kolaborasi Digital di Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana hangat dan penuh...

IMG-20260320-WA0006