Menu

Mode Gelap
Satpol PP Tidak Berani Tutup Proyek Pabrik Pakan Ternak Tak Berijin, Ada Apa? Dari HPN 2026, DPRD Sumenep Ajak Pers Jaga Integritas dan Kawal Kebijakan Publik Seluruh Karyawan dan Manajemen RSUD Sumenep Ucapkan HPN 2026: Direktur Erliyati Harap Pers Tetap Profesional dan Independen Momentum HPN 2026: Bupati Sumenep Cak Fauzi Ajak Insan Pers Terus Dukung Kemajuan Daerah Bupati Sumenep Tinjau Karduluk, Salurkan Bantuan Lanjutan untuk Korban Bencana Angin Kencang

JURNALIS INDONESIA · 25 Jul 2025 19:58 WIB

Kongres GMNI XXII di Bandung Dinilai Penuh Drama


 Kongres GMNI XXII di Bandung Dinilai Penuh Drama Perbesar

BANDUNG, 25 Juli 2025 – Sebuah drama mencuat dari pelaksanaan Kongres XXII GMNI yang tengah digelar di Gedung Merdeka, Bandung. Para delegasi dari berbagai daerah mengaku ditelantarkan, menyusul penguncian ruang sidang secara sepihak yang dilakukan oleh Badan Pekerja Kongres bekerja sama dengan pihak Kepolisian.

Awalnya, situasi dianggap sebagai kesalahan koordinasi antara Badan Pekerja Kongres, Panitia Lokal, dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, kenyataannya menunjukkan adanya surat resmi penundaan kegiatan dari pihak Polrestabes Bandung yang tidak pernah disampaikan kepada para delegasi.

Ketua DPD GMNI Banten, Indra, menyampaikan kekesalannya. “Kita benar-benar kaget. Delegasi dari seluruh Indonesia dibuat menunggu selama tiga hari tanpa informasi jelas. Ini bentuk penelantaran yang tidak bisa diterima,” ungkapnya.

Akomodasi pun menjadi persoalan pelik. Ketua DPC GMNI Maluku Tengah, Abdul Rauf Wattimury, mengeluhkan pemindahan mendadak dari Hotel Grand Sudha tanpa arahan tempat tinggal berikutnya.

“Sekarang kami terlunta-lunta. Ada lebih dari 15 DPC dan DPD yang mengalami nasib sama,” ujarnya.

Perlu dicatat, seluruh kebutuhan logistik para delegasi mulai dari akomodasi hingga konsumsi dan transportasi sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Badan Pekerja Kongres dan Panitia Lokal.

Ketua DPC GMNI Surabaya, Dhipa Satwika Oey, menutup dengan nada prihatin. “Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan para kader GMNI dari seluruh penjuru Indonesia. Di mana tanggung jawab moral panitia? Apakah alumni dan senior GMNI di Jawa Barat tahu apa yang sedang terjadi?” katanya.

Kondisi ini memicu kegelisahan dan pertanyaan besar tentang kesiapan serta transparansi penyelenggaraan Kongres. Publik menanti klarifikasi dan langkah tegas untuk menyelesaikan kekisruhan yang terjadi. (red)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

Baca Lainnya

Kepala Desa Bantarbolang dan Perangkat Gelar Jumat Bersih di Kantor Balai Desa

6 Februari 2026 - 09:56 WIB

Kepala KUA Kecamatan Gayam Sampaikan Pesan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah

2 Februari 2026 - 23:08 WIB

Pemdes Grujugan Peringati Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah: Kades Didik Susanto Ajak Tingkatkan Kualitas Ibadah

2 Februari 2026 - 22:46 WIB

Pemdes Kebunagung di Malam Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah Ajak Perkuat Keimanan dan Perbanyak Doa

2 Februari 2026 - 20:13 WIB

PBH Jatim Hadir di Sumenep, Digagas Jadi Wadah Pendampingan, Dialog hingga Pencerahan Hukum

1 Februari 2026 - 00:38 WIB

PBH Jatim Hadir di Sumenep, Digagas Jadi Wadah Pendampingan, Dialog hingga Pencerahan Hukum

Karang Taruna Desa Bantarbolang Galang Dana Peduli Banjir dan Longsor

31 Januari 2026 - 18:46 WIB

Trending di JURNALIS INDONESIA

Sorry. No data so far.