PASANG IKLANMU DISINI

Ragam Kuliner Tradisional Khas Pulau Masalembu Jadi Daya Tarik di MCF 2026

Pada
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra saat meninjau langsung stan Kecamatan Masalembu yang menampilkan ragam kuliner tradisional khas Pulau Masalembu yang menjadi daya tari di Madura Culture Festival 2026
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra saat meninjau langsung stan Kecamatan Masalembu yang menampilkan ragam kuliner tradisional khas Pulau Masalembu yang menjadi daya tari di Madura Culture Festival 2026
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pulau Masalembu tak hanya menyimpan pesona alam dan kehidupan masyarakat kepulauan. Kekayaan kuliner lokal juga menjadi bagian dari potensi yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui gelaran Madura Culture Festival (MCF) 2026.

Dalam rangkaian Madura Night Vaganza 2026, Kecamatan Masalembu turut ambil bagian dengan menghadirkan sejumlah produk kuliner khas serta olahan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari masyarakat setempat.

IMG-20260617-WA0002

Masalembu merupakan salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep yang letaknya cukup jauh dari pusat pemerintahan. Akses menuju wilayah tersebut membutuhkan perjalanan laut menggunakan kapal perintis dengan waktu tempuh sekitar 12 hingga 13 jam.

Kondisi geografis tersebut membuat Masalembu tidak banyak dikunjungi wisatawan. Padahal, kawasan kepulauan tersebut memiliki beragam potensi, mulai dari kekayaan laut, budaya, hingga kuliner yang memiliki karakter khas.

Camat Masalembu Achmad Auzai Rahman mengatakan, keikutsertaan dalam MCF 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami tampilkan beberapa makanan khas Masalembu di sini, produk UMKM,” ujarnya saat ditemui di stan Kecamatan Masalembu, Rabu (26/8/2026).

Beragam makanan khas tersebut diperkenalkan oleh jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Masalembu. Salah satunya adalah barongko, kudapan berbahan dasar pisang lokal yang dibungkus menggunakan daun pisang.

“Ini namanya barongko. Bahan dasarnya pisang lokal,” kata Wartatik, istri Camat Masalembu, sembari memperkenalkan makanan tersebut.

Selain barongko, pengunjung juga dapat menemukan jajabuk serta abon ikan cakalang yang dikemas secara praktis. Produk olahan hasil laut lainnya juga turut dipamerkan, termasuk olahan daging ikan, aneka camilan, dan rempah-rempah seperti cengkeh.

Tak hanya makanan, Masalembu juga memperkenalkan minuman tradisional yang dikenal dengan nama sarabba. Minuman tersebut disebut memiliki kemiripan dengan minuman tradisional poka’.

“Kalau jenis minuman khasnya juga ada, sarabba namanya. Mirip dengan poka’,” ujar Sekretaris Kecamatan Masalembu Ainul Yakin.

Masalembu juga memiliki jajanan berbahan dasar beras yang disebut buras. Kudapan tersebut memiliki kemiripan dengan kamboya, makanan tradisional yang juga dikenal di sejumlah wilayah Madura.

“Hampir sama dengan kamboya,” jelas Erlyda MS, istri Sekcam Masalembu.

Nama-nama kuliner tersebut mungkin masih terdengar asing bagi sebagian pengunjung. Namun, keberadaannya tidak lepas dari sejarah masyarakat Masalembu yang memiliki latar belakang budaya Bugis dan Mandar.

Pengaruh kedua suku tersebut terlihat tidak hanya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat, tetapi juga pada berbagai makanan tradisional yang hingga kini masih dipertahankan.

Bahkan, jejak masyarakat Mandar di Masalembu turut diabadikan dalam nama salah satu kampung di Desa Sukajeruk.

Melalui keikutsertaannya dalam MCF 2026, Kecamatan Masalembu tidak sekadar memamerkan produk kuliner. Stan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi kepulauan Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.

Bacaan Lainnya

Kabar Baik, Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Bapenda Beri Diskon Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kabar baik bagi masyarakat...

Sekda Sumenep Minta ASN Perkuat Disiplin dan Berani Berinovasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

Alasan Sakit, Istri Anom Mangkir dari Panggilan KPK, FWP: Mungkin Takut Ditahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Istri Bupati Pemalang nonaktif...

Hadiri Dialog Interaktif Ansor Talango, Anggota DPRD Sumenep Rasidi Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Inovasi Pemuda

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pimpinan Anak Cabang (PAC)...

DRT The Big Family Sumenep Tunjukkan Kepedulian terhadap Seni Tradisional Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dukungan terhadap pelestarian seni...

HM Family Dukung Pelestarian Budaya Musik Tong-Tong se-Madura dengan Jadi Sponsor Sabda Alam Pamekasan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peran dunia usaha dalam...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *