PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Rencana Kedatangan Habib Rizik ke Pemalang, PWI LS dan FPI Jawa Tengah Saling Ancam Kerahkan Massa

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Rencana kedatangan Habib Rizik Sihab (HRS) ke Pemalang besok pada tanggal (23/7/2025) ke Desa Pegundan Petarukan Pemalang mendapat penolakan dari Perjuangan Wali Songo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI LS).

Dalam surat tertanggal 11 Juli 2025, yang ditandatangani oleh Kyai Wahyudin MPd itu, PWI LS Kabupaten Pemalang mengajak dan meminta bantuan kepada PWI LS Tegal, Slawi, Brebes, Pekalongan dan Kajen untuk bersama-sama mengerahkan massa menolak dan mencegah kedatangan Habib HRS dari Yaman itu.

Menanggapi surat PWI LS itu, DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) Jawa Tengah juga siap mengerahkan massa dengan melibatkan pasukan dari FPI wilayah Pantura dan eks Karesidenan Banyumas.

Surat tertanggal 16 Juli 2025 dari FPI itu ditandatangani oleh Hb Alwi bin Hamzah Al Hieyed.

Siapa Imron Rosadi?

Sebelumnya beredar brosur/gambar tentang akan diadakannya Tablik Akbar/pengajian yang sifatnya terbuka untuk umum, dengan mengundang pembicara Habib Rizik Sihab (HRS), dengan lokasi di rumah Imron Rosadi warga Desa Pegundan Petarukan.

“Kemungkinan acara itu diadakan secara pribadi,” ujar Kepala Desa Pegundan Sutrisno.

Sutrisno juga menjelaskan bahwa Imron Rosadi adalah warga Desa Walangsanga Moga yang menikah dengan warga desa Pegundan.

Ketika media mengunjungi rumah Imron Rosadi di Jl. Dorowati Pegundan, terlihat beberapa foto habib terpampang di dalam rumahnya.

Istri Imron Rosadi kepada media juga menjelaskan bahwa suaminya berprofesi sebagai sopir truk di Jakarta .

Ketika dihubungi lewat telepon, Kades Sutrisno dan Imron Rosadi memberikan jawaban yang sama bahwa pihaknya tengah mengadakan rapat di Kantor Kesbangpol Pemalang bersama dengan Intelkam Polres Pemalang.

Seusai mengikuti rapat, Imron Rosadi menjelaskan bahwa rapat tersebut berisi kesepakatan bersama, antara PWI LS dengan FPI untuk saling menjaga ketertiban sehingga tidak terjadi bentrok.

Imron Rosadi juga mengakui jika dirinya berprofesi sebagai sopir truk tanah/pasir di sekitar Tanjungpriuk Jakarta.

“Saya asli Walangsanga Moga. Almarhum yang akan saya adakan haul adalah guru saya yaitu KH Muhamad Hasyim yang makamnya di Moga,” tutur Imron Rosadi seusai solat di Masjid Agung Pemalang. (mam/ely)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Momentum Hari Buruh 2026, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Keadilan bagi Pekerja

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Buruh Internasional...

May Day 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi Dorong Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Buruh Internasional...

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Oleh: Fauzi As OPINI (JURNALISINDONESIA) – Jika menyebut...

Jumhur Hidayat di Tengah Samudra Ring of Fire dan Struktur Kemunafikan Kolektif: Apa yang Bisa Kamu Kerjakan, Kawan?

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si (Akademisi, Direktur...

Rezim Gemoy, Reshuffle Jilid V: Konsolidasi Kekuasaan atau Strategi Bertahan

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si (Akademisi, Direktur...

BarokahNet Jadi Tuan Rumah, APJII Jatim Dorong Kolaborasi Digital di Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana hangat dan penuh...

IMG-20260320-WA0006