PEKALONGAN (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPR RI Dapil X Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya ananda VF, seorang siswa SMA, akibat kecelakaan lalulintas yang melibatkan truk besar sumbu tiga.
Lakalantas tersebut terjadi di depan SPBU Baros, Jalan Setia Budi, Pekalongan Timur, Kamis 4/12/2025, akibat truk besar sumbu tiga tersebut menerobos masuk lewat jalan Pantura (bukan tol).
Dalam pernyataan resminya lewat video berdurasi sekitar 4 menit, Rizal Bawazier mengawali dengan ucapan duka yang mendalam dan penuh keprihatinan.
“Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda VF. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkapnya.
Rizal menegaskan bahwa musibah ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait mengenai pentingnya penegakan aturan lalu lintas, khususnya terkait larangan operasional truk besar bersumbu tiga atau lebih di jalur non-tol yang telah resmi diberlakukan sejak 18 Juli 2025.
Rizal Bawazier mendesak Penegakan Sanksi Pelanggaran Truk Besar yang melanggar aturan dan larangan masuk jalur Pantura.
Ia menilai, sosialisasi yang dilakukan sejak Mei 2025 sudah lebih dari cukup, begitu pula pemasangan marka larangan oleh Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub dan pemberlakuan diskon tarif tol 20% bagi kendaraan berat.
“Kita sudah sangat sabar. Warga Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, hingga Pemalang telah menunggu penerapan aturan ini secara konsisten. Sudah saatnya sanksi pelanggaran ditegakkan tanpa kompromi bagi truk-truk besar yang membandel,” tegas Rizal.
Ia meminta Polres dan Satlantas di empat wilayah tersebut untuk segera melakukan langkah konkret agar tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh akibat kelalaian dan pelanggaran aturan jalan raya.
Pernyataan Rizal ini sekaligus menjadi dorongan moral bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak demi keselamatan masyarakat di jalur Pantura Jawa Tengah. (ely/mam)


