SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat menunjukkan kerja nyata. Kini, Sumenep turut serta dalam kerja sama internasional yang melibatkan pengembangan varietas padi unggul HMS 700 dengan Kerajaan Kedah Negara Malaysia.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid menyampaikan, pihaknya diundang sebagai perwakilan petani dari Kabupaten Sumenep dalam diskusi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung bersama PKPOT dan pihak Kerajaan Kedah.
“Kami hadir sebagai bagian dari perwakilan petani, karena selama ini juga aktif berdiskusi dengan tim PKPOT di Malang,” kata Kadis Inung familiar disapa.
Padi HMS 700 sendiri merupakan varietas unggulan baru yang memiliki potensi luar biasa. Dibandingkan dengan varietas padi biasa yang rata-rata hanya menghasilkan sekitar 200 bulir per malai, HMS 700 diklaim mampu menghasilkan lebih dari 700 bulir.
Sehingga menjadi harapan baru dalam mendorong percepatan peningkatan produksi pangan nasional. Sebab, dengan semakin meningkatnya kebutuhan pangan tiap tahun, sementara lahan pertanian terus menyusut, masyarakat membutuhkan varietas yang bisa memberikan hasil maksimal tanpa harus menambah luas lahan.
“HMS 700 ini diharapkan jadi solusinya,” papar Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama tersebut, DKPP Sumenep akan menggelar demplot uji coba penanaman HMS 700 di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Pragaan, Manding dan beberapa lainnya yang memang merupakan lahan untuk penanaman padi.
Lanjut Kadis Inung, keterlibatan Sumenep dalam kerja sama tersebut juga menjadi bukti bahwa petani lokal memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi pertanian modern, termasuk di level internasional.
Menurutnya, ini lebih dari sekadar uji coba varietas baru, kegiatan ini juga membuka ruang kerja sama pengetahuan antara petani Indonesia dan Malaysia.
DKPP Sumenep pun optimistis, dengan keterlibatan aktif di berbagai diskusi dan eksperimen seperti ini, petani Sumenep akan semakin siap menghadapi tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal dalam bertani.
Ke depan, HMS 700 diharapkan tak hanya tumbuh subur di tanah Sumenep, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antarbangsa demi mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Pertukaran wawasan ini penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di era krisis pangan global,” terang Kadis Inung.


