Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Bupati Fauzi Bergerak Kendalikan Inflasi di Sumenep, Terjunkan TPID ke Pasar-pasar

Pada
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) saat turun ke Pasar monitoring atau survei harga kebutuhan pokok untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep, Selasa (20/6/2023) (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Achmad Fauzi bergerak untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep. Pada hari ini, Selasa (20/6/2023) Bupati Sumenep menerjunkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring harga ke Pasar Anom dan Pasar Bangkal yang terletak di wilayah Kecamatan Kota.

Kabupaten Sumenep sendiri menjadi salah satu kabupaten yang disoroti oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian karena inflasinya masih di atas rata-rata nasional yakni 5,44 persen dari 4 persen angka inflasi rata-rata nasional.

IMG-20260617-WA0002

Plt Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, mengaku jika monitoring atau survei harga kebutuhan pokok dilakukan itu untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep.

“Sebenarnya inflasi itu tidak bisa kita hindari tapi bisa kita kendalikan dan tidak selamanya inflasi itu berefek negatif, tetapi ada sisi positifnya juga, namun harus tetap dikendalikan,” terang Heru Santoso usai melakukan monitoring harga di Pasar Anom kepada awak media, (20/6).

Heru mengungkapkan, dari hasil survei harga kebutuhan pokok di Pasar Anom dan Pasar Bangkal, TPID menemukan beberapa kebutuhan pokok yang harganya naik, tetap dan juga turun.

“Beberapa harga komoditas yang kami temukan di pasar ada yang mengalami kenaikan, ada yang tetap, dan ada juga yang turun,” ungkap Heru.

Menurut Heru, salah satu penyebab dari kenaikan harga barang itu dikarenakan faktor jarak pengiriman. Sebab dari beberapa komoditi yang dijual itu didatangkan dari luar Madura. “Apalagi saat ini menjelang hari raya Idul Adha,” ujar Heru.

Heru mengatakan, dari hasil survei lapangan yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bakal dirapatkan untuk mencari solusi terbaik. “Hasil survei harga kebutuhan pokok ini akan dirapatkan besok,” jelas Heru.

Sementara terpisah, Bupati Sumenep Achmad Fauzi memaparkan, strategi yang bakal dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengendalikan inflasi salah satunya melalui penanganan jangka pendek.

“Penanganan jangka pendek untuk mengendalikan inflasi daerah adalah bantuan sembako kepada masyarakat dan subsidi distribusi, karena sebagian barang yang dijual di Pasar Anom itu didatangkan dari luar kota,” jelas Bupati Fauzi karib dipanggil.

Bupati Fauzi menekankan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep supaya adanya inflasi itu tidak berimplikasi pada tingginya angka kemiskinan yang berangsur berhasil ditekan.

“Saya minta TPID agar jerak, jangan sampai inflasi ini berefek terhadap naiknya angka kemiskinan,” harap Bupati Sumenep Achmad Fauzi. (*ji/ily)

Bacaan Lainnya

Reses III Ahmad Juhairi di Masalembu: Aspirasi Warga Didominasi Infrastruktur, Listrik hingga Pemberantasan Narkoba

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Reses III Anggota...

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *