SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nomor perpesanan WhatsApp Gubernur Khofifah mendadak menghilang tidak aktif setelah digempur sorotan pemberitaan pelabuhan Masalembu yang dikelola Pemprov Jatim yang dibiarkan rusak parah bertahun-tahun mengancam nyawa masyarakat kepulauan setempat, Rabu (1/4/2026).
Sebagaimana yang dilihat Jurnalis Indonesia, Nomor WhatsApp Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah menandakan tidak aktif. Foto profilnya lenyap dan sudah tidak nampak membuat story pencitraan dirinya yang tayang di beberapa media.
Warga Masalembu, Hasan, menilai sikap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa semakin menunjukkan kalau dirinya memang pejabat yang alergi kritik dan tidak peduli terhadap masyarakat kepulauan.
“Kalau bukan alergi kritik, harusnya Gubernur itu tampil kepada publik merespon yang menjadi keluhan masyarakat terkait pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemprov Jatim yang rusak bertahun-tahun mengancam nyawa masyarakat kepulauan itu,” kata warga Kepulauan Masalembu itu.
Masyarakat Kepulauan Masalembu itu pun mendesak Pemprov Jatim segera mengembalikan pengelolaan Pelabuhan Masalembu kepada yang semula ke Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor UPP setempat. Sebab kata Hasan, kondisi Pelabuhan Masalembu tidak bisa dipoles dengan pencitraan sesuai selera Gubernur yang seakan hanya haus pencitraan dan pujian.
“Sudah seharusnya Pelabuhan Masalembu itu dikelola oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor UPP Masalembu jika Pemprov Jatim sudah tidak peduli dan enggan mengurus. Karena jika terus dibiarkan khawatir berpotensi memakan korban jiwa,” desak warga Masalembu.
Sebelumnya diberitakan Jurnalis Indonesia, semenjak dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pelabuhan Masalembu seakan hanya dijadikan ladang cuan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, setiap calon penumpang yang hendak berangkat justru dikenakan biaya pass orang sebesar Rp2000 (dua ribu rupiah).
Sementara bertahun-tahun, semenjak Pelabuhan Masalembu dikelola oleh Pemprov Jatim hingga kini dibiarkan rusak parah dan mengancam keselamatan masyarakat pengguna jasa. Kini kondisi jalan Pelabuhan Masalembu dibiarkan rusak parah, penuh lubang di sepanjang jalan dan menjadi genangan air ketika hujan. Ditambah di sepanjang jalan Pelabuhan Masalembu minim lampu penerangan jika malam hari. (Ily)


