Menu

Mode Gelap
Aksi Kemanusiaan PMI Sumenep, Puluhan Tukang Becak dan Pemulung Terima Bantuan Kepedulian Ramadan, Swiss-Belinn Manyar Berbagi dengan Anak-anak Sahabat Gempita Swara Semesta Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

PEMERINTAHAN · 28 Feb 2026 21:51 WIB

Owner PR Cahaya Pro Pamekasan Perjuangkan Industri Rokok Madura ke Menkeu Purbaya: Desak Segera Berlakukan Tarif Khusus


 PELAKU INDUSTRI ROKOK MADURA BERSATU. Fathor Rosi, Owner PR Cahaya Pro (batik putih) saat bertemu dengan Menkeu Purbaya dalam memperjuangkan industri rokok di Madura yang sudah banyak menyerap tenaga kerja dengan mendesak menerapkan tarif khusus Perbesar

PELAKU INDUSTRI ROKOK MADURA BERSATU. Fathor Rosi, Owner PR Cahaya Pro (batik putih) saat bertemu dengan Menkeu Purbaya dalam memperjuangkan industri rokok di Madura yang sudah banyak menyerap tenaga kerja dengan mendesak menerapkan tarif khusus

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Pengusaha rokok di Madura kini bersatu dalam memperjuangkan industri rokok di wilayahnya yang sudah banyak menyerap tenaga kerja hingga ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didesak segera memberlakukan tarif cukai khusus (murah) untuk produk hasil tembakau.

Owner PR Cahaya Pro, Fathor Rosi mengatakan, industri rokok di Madura seperti di Kabupaten Pemekasan terus berkembang dan menyerap banyak tenaga kerja.

Di lain sisi, pihaknya menilai selama ini beban cukai yang tinggi dirasa memberatkan terutama bagi pelaku usaha baru sehingga membuat sebagian merek rokok belum terdaftar resmi.

“Saat bertemu Menkeu Purbaya pada 2 Oktober 2025 di Surabaya, kami sampaikan agar pemerintah pusat menetapkan skema tarif yang lebih terjangkau, khususnya bagi pelaku usaha Sigaret Kretek Mesin (SKM). Hal itu, akan berdampak langsung terhadap legalitas industri rokok lokal, peningkatan penerimaan negara, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat Madura,” terang Fathor Rozi dikutip, Sabtu (28/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Fathor Rosi secara langsung menawarkan skema tarif cukai SKM berada di atas Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan kisaran Rp150 hingga Rp250 per batang. Saat ini, tarif cukai SKT tercatat sebesar Rp122 per batang.

Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar usulan tanpa dasar. Ia mengaku telah menyerap aspirasi dari sejumlah pengusaha rokok di Pamekasan, termasuk pelaku usaha rokok polos yang belum mengantongi pita cukai resmi karena terkendala tingginya tarif.

“Kami ceritakan ke salah satu pengusaha rokok polos di Pamekasan. Ia siap berpita cukai jika tarif SKM maksimal Rp250 per batang. Jika di atas itu, dia tidak sanggup,” ungkap Fathor Rosi.

Fathor Rosi optimistis, jika tarif lebih realistis diterapkan, pelaku usaha kecil hingga menengah akan terdorong masuk ke sistem legal.

Sehingga dampaknya, peredaran rokok ilegal bisa ditekan dan penerimaan cukai negara berpotensi meningkat secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, data di lapangan menunjukkan kontribusi signifikan industri rokok Madura terhadap penerimaan negara.

Target pendapatan cukai yang dibebankan kepada Bea Cukai Madura tercatat lebih dari Rp1,26 triliun.

“Namun realisasinya melampaui target hingga menembus Rp1,7 triliun, didorong kontribusi perusahaan berpita cukai, termasuk PR Cahaya Pro,” terang dia.

Fathor Rosi juga memaparkan sejarah regulasi cukai di Indonesia, mulai dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1961 tentang Cukai hingga perubahan melalui Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2005.

Sehingga pihaknya menekankan bahwa penyesuaian tarif cukai selalu dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus mengendalikan konsumsi.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep

13 Maret 2026 - 19:40 WIB

Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak

13 Maret 2026 - 19:22 WIB

Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak

Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

13 Maret 2026 - 12:43 WIB

Kehadiran Mudik Gratis Sumenep 2026 Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat, Ratusan Penumpang Berangkat di H-8 Lebaran

13 Maret 2026 - 10:40 WIB

Plt Kepala Disperkimhub Sumenep Achmad Dzulkarnain bersama Kepala KSOP Kalianget Azwar Anas saat di Pelabuhan Kalianget memantau langsung program mudik gratis 2026

Hengki Wijaya Datangi Pansel, Klarifikasi Isu Penjegalan Pencalonan Ketua KONI Pemalang

13 Maret 2026 - 09:09 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial Ramadan, Pemkab Sumenep Distribusikan Ribuan Zakat Fitrah

12 Maret 2026 - 23:12 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial Ramadan, Pemkab Sumenep Distribusikan Ribuan Zakat Fitrah
Trending di PEMERINTAHAN

Sorry. No data so far.