SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyelenggarakan Sumenep Bersholawat 2026 sebagai agenda religius yang menggabungkan ungkapan syukur, refleksi perjalanan pemerintahan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati ImamHasyim (Fauzi-Imam). Selain itu, acara tersebut juga dimaknai sebagai ruang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang familiar disapa Cak Fauzi menegaskan bahwa Sumenep Bersholawat bukan hanya seremoni keagamaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus sarana untuk melakukan introspeksi terhadap kebijakan yang telah ditempuh selama setahun terakhir.
Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensyukuri capaian pembangunan yang diraih. Bupati Sumenep Cak Fauzi menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan, partisipasi, dan kolaborasi semua elemen masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Pemkab Gelar Sumenep Bersholawat Peringati 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Fauzi-Imam dengan Sederet Capaian
Acara yang digelar bersama Majelis At-Taufiq itu dihadiri ribuan jamaah. Lantunan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema dengan penuh kekhusyukan, diiringi doa agar Sumenep senantiasa mendapat keberkahan, kedamaian, serta kemajuan di berbagai bidang.
Lebih lanjut, Bupati Cak Fauzi menyampaikan bahwa pembangunan tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur dan pelayanan publik. Ia menilai, kemajuan daerah juga harus dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat agar tercipta keseimbangan antara pembangunan fisik dan nilai religius.
“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan program-program yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut meliputi peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi lokal, hingga pemberdayaan sumber daya manusia agar masyarakat dapat merasakan langsung dampak pembangunan,” terangnya.
Sumenep Bersholawat pun menjadi simbol eratnya kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi yang lebih hangat dan harmonis sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan dan bernilai ibadah.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Harapan pun dipanjatkan agar Kabupaten Sumenep terus tumbuh sebagai daerah yang religius, sejahtera, dan damai.
Dengan semangat selawat dan refleksi kepemimpinan, pemerintah dan masyarakat Sumenep optimistis kebersamaan yang terbangun akan menjadi energi positif dalam mewujudkan pembangunan yang adil, berkualitas, dan bermartabat.
![]()