Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Pemkab Sumenep Berhasil Kendalikan Angka Kemiskinan Dibawah 20 Persen

Pada
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Sekdakab Edy Rasiyadi dan beberapa pimpinan OPD saat gelar gerakan pangan murah waktu lalu. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melalui kerja keras yang ditunjukkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya berhasil menekan angka kemiskinan dibawah angka 20 persen, Selasa (14/11/2023).

Keberhasilan itu ditunjukkan dengan dibuktikan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2023 ini berhasil ditekan menjadi 18,70 persen berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

IMG-20260617-WA0002

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, memasuki 2022 menyisakan 18,76 persen. Kemudian pada 2023 kembali menurun 18,70 persen.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra mengatakan, angka kemiskinan itu diketahui dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi dan Pengeluaran (Modul KP) periode Maret 2023.

“Hasilnya memang angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep hasil Susenas periode Maret 2023, diketahui 18,70 persen,” jelasnya.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep menerangkan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.

Menurutnya, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

“Metode ini dipakai BPS sejak 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu,” terang Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengungkapkan, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep menekan angka kemiskinan dibawah 20 persen bentuk komitmen Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang berhasil dijalankan oleh beberapa OPD.

“Tentu keberhasilan ini berkat dorongan Bupati Sumenep yang berhasil dijalankan oleh OPD dalam komitmen menurunkan angka kemiskinan di Sumenep,” terangnya.

Dadang mengatakan, hingga saat ini program kemiskinan tetap berjalan dijalankan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk semakin menekan angka kemiskinan di ujung timur pulau Garam Madura.

Beberapa di antaranya, melalui perluasan pembukaan lapangan kerja lewat Job Fair, pelibatan UMKM di setiap event hingga gerakan pangan murah. (ily)

Bacaan Lainnya

Tingkatkan Kepercayaan Investor, DPMPTSP Sumenep Gencarkan Pendampingan LKPM

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus...

Bappeda Sumenep Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI dengan Aksi Bersih Lingkungan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah...

Brigjen TNI Kohir Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Harapkan Pemerataan Pembangunan di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Desa Ambunten, Kecamatan...

Nenek Juha, Warga Desa Nyabakan Timur, Berterima Kasih kepada Bupati Fauzi, Rumahnya Berhasil Direnovasi Baznas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Nenek Juha, warga Desa...

Pemkab Sumenep dan TNI Pererat Kerja Sama, Fokus Jaga Kondusivitas dan Percepat Pembangunan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Bupati Sumenep Apresiasi Sinergi Polri dalam Mendukung Pembangunan Daerah di HUT Bhayangkara ke-80

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *