PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

Pemkab Sumenep Berhasil Kendalikan Angka Kemiskinan Dibawah 20 Persen

Pada
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Sekdakab Edy Rasiyadi dan beberapa pimpinan OPD saat gelar gerakan pangan murah waktu lalu. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melalui kerja keras yang ditunjukkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya berhasil menekan angka kemiskinan dibawah angka 20 persen, Selasa (14/11/2023).

Keberhasilan itu ditunjukkan dengan dibuktikan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2023 ini berhasil ditekan menjadi 18,70 persen berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

IMG-20260926-WA0006

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, pada 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, memasuki 2022 menyisakan 18,76 persen. Kemudian pada 2023 kembali menurun 18,70 persen.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra mengatakan, angka kemiskinan itu diketahui dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi dan Pengeluaran (Modul KP) periode Maret 2023.

“Hasilnya memang angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep hasil Susenas periode Maret 2023, diketahui 18,70 persen,” jelasnya.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep menerangkan, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.

Menurutnya, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

“Metode ini dipakai BPS sejak 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu,” terang Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengungkapkan, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumenep menekan angka kemiskinan dibawah 20 persen bentuk komitmen Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang berhasil dijalankan oleh beberapa OPD.

“Tentu keberhasilan ini berkat dorongan Bupati Sumenep yang berhasil dijalankan oleh OPD dalam komitmen menurunkan angka kemiskinan di Sumenep,” terangnya.

Dadang mengatakan, hingga saat ini program kemiskinan tetap berjalan dijalankan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk semakin menekan angka kemiskinan di ujung timur pulau Garam Madura.

Beberapa di antaranya, melalui perluasan pembukaan lapangan kerja lewat Job Fair, pelibatan UMKM di setiap event hingga gerakan pangan murah. (ily)

Bacaan Lainnya

Diskominfo Jatim Gagas Inovasi Perisai Anak, Satu-satunya di Indonesia

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Komunikasi dan Informatika...

DLH Jatim Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Rampung 2028

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

Camat Pragaan Bawa Inovasi Kesiapsiagaan Bencana ke Uji AID Kabupaten Sumenep 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kecamatan Pragaan, Kabupaten...

Pemkab Sumenep Raih Penghargaan dari Kementan atas Partisipasi dalam Program UPLAND 2021–2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Diskominfo Sumenep Ajak Warga Ramaikan Festival Musik Tong-Tong melalui Gerakan “Nongtong Bareng”

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Komunikasi dan Informatika...

KSOP Kalianget Perkuat Edukasi Keselamatan Pelayaran melalui Syahbandar Bersholawat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *