SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudi, juga ikut mendorong perbaikan layanan kapal Express Bahari yang melayani rute Kalianget–Kangean yang sering menjadi keluhan masyarakat (penumpang).
Wahyudi juga menilai kualitas pelayanan kapal tersebut mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Menurutnya, banyak warga kepulauan mengadukan masalah keterlambatan jadwal pelayaran dan kondisi fasilitas yang tidak lagi memberikan kenyamanan.
“Selama sebulan terakhir, hampir setiap kali Express Bahari berlayar, saya menerima keluhan dari penumpang. Kalau biasanya waktu tempuh hanya sekitar 3,5 sampai 4 jam, sekarang bisa lebih dari 5 bahkan 6 jam,” terang Wahyudi, Senin (13/10).
Wahyudi mengatakan, selain soal keterlambatan, kenyamanan di dalam kapal juga menjadi persoalan utama. Sejumlah penumpang mengeluh pendingin ruangan tidak berfungsi dengan baik.
“Banyak yang merasa kepanasan karena AC kapal tidak bekerja maksimal. Saya berharap pihak operator segera memperbaiki pelayanan agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” jelas Wahyudi.
Sementara Koordinator Cabang Express Bahari Kalianget, Nurullah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui adanya gangguan teknis pada salah satu mesin kapal yang menyebabkan keterlambatan pelayaran.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Beberapa waktu lalu salah satu mesin kapal mengalami kendala. Biasanya kami beroperasi dengan tiga mesin, tapi saat itu hanya dua yang bisa digunakan,” terang Nurullah saat dihubungi wartawan .
Nurullah menjelaskan, keputusan tetap berlayar diambil karena tingginya permintaan masyarakat. Saat itu tidak ada kapal lain yang melayani rute Kalianget–Kangean, sementara banyak warga yang harus berangkat untuk berbagai keperluan, termasuk ibadah umrah.
“Daripada masyarakat tertahan di pelabuhan, kami tetap berlayar dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.
Namun pihaknya memastikan perbaikan mesin telah selesai dilakukan dan layanan pelayaran kini kembali berjalan normal.
“Mulai Sabtu kemarin kapal sudah berhenti sementara untuk perbaikan, dan sekarang sudah digantikan dengan kapal lain dari Kangean. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.


