PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Warganet di media sosial TikTok kembali membeberkan terkait keberadaan bandar rokok ilegal merek GEBOY yang bersarang di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang hingga kini dibiarkan melenggang bebas menjadi biang kerok maraknya peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha tidak sehat dengan produsen resmi yang membayar cukai di Indonesia, Sabtu (22/11/2025).
“Hebat pemiliknya kalau sampai gak ditindak ke pabrik, soalnya pemilik bilang sudah ada becking ke semua petinggi APH,” sebutnya kembali mengomentari pemberitaan Jurnalis Indonesia yang dipublikasikan di media sosial TikTok berjudul Produksi Rokok Ilegal GEBOY di Pamekasan Terang-terangan, APH dan BC Madura Tutup Mata, Pemiliknya Merasa Kebal Hukum dan Punya Beking Orang Kuat.
Sebelumnya, ia juga membeberkan, jika produksi rokok ilegal merek GEBOY yang ditengarai dan santer dikabarkan kepunyaan pengusaha berinisial “FM” yang notabene pemilik pabrik rokok resmi di Kabupaten Pamekasan, PR SA (inisial-red), disebut terang-terangan.
“Ini baru media berani karena ini yang punya merasa kebal hukum seakan-akan gak ada yang berani nyentuh ngakunya punya beckingan orang kuat, produksinya terang-terangan di gudang Peltong PR SA (inisial-red),” sebutnya mengomentari pemberitaan Jurnalis Indonesia yang dipublikasikan di media sosial TikTok berjudul Kepala BC Madura Bersama APH juga Pamer Tangkapan Rokok Ilegal GEBOY, Bandarnya Berinisial FM yang Bersarang di Pamekasan Dibiarkan Melenggang Bebas.
Atas kondisi itu, Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura mendesak Bea Cukai Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan dan Aparat Penegak Hukum setempat hingga Menkeu Purbaya tidak diam.
“Bea Cukai Madura dan APH di Kabupaten Pamekasan hingga diatasnya dan Menkeu Purbaya jangan diam harus membuktikan dengan menindak dan menangkap bandar rokok ilegal merek GEBOY itu. Jika semuanya tetap memilih diam, ini ada apa? Dan bisa jadi benar kalau pemilik rokok ilegal merek GEBOY itu dibekingi orang kuat dibelakangnya,” desaknya.
Publik kini pun menunggu, nyali Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan dan Aparat Penegak Hukum setempat sekaligus Menkeu Purbaya dalam menindak bandar rokok ilegal merek GEBOY yang bersarang di Kabupaten Pamekasan itu. (ily/red)


