SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu terobosan terbaru diwujudkan melalui peluncuran dan pengaplikasian program digitalisasi bertajuk “Si Kapal Data Paten Masalembu”.
Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman menyampaikan bahwa program inovasi ini resmi diluncurkan pada 22 September 2025 dan mulai diterapkan secara efektif sejak 1 Oktober 2025. Kehadirannya menjadi langkah konkret Pemerintah Kecamatan Masalembu dalam menghadirkan layanan yang lebih inklusif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di kepulauan yang terdiri dari empat desa itu.
“Si Kapal Data Paten Masalembu merupakan singkatan dari Strategi Informasi Kajian dan Pengumpulan Data Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan melalui WhatsApp. Program ini memadukan teknologi digital sederhana dengan pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat,” terang Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman, Selasa (5/5/2026).
Dalam implementasinya, layanan ini memanfaatkan berbagai kanal komunikasi resmi yang mudah diakses masyarakat, di antaranya WhatsApp di nomor 082124233337, Instagram Kecamatan Masalembu, TikTok @kec.masalembu, serta email kec-masalembu@sumenepkab.go.id dan kec.masalembu23@gmail.com.
Melalui integrasi aplikasi WhatsApp dengan aplikasi Srikandi, program ini mampu mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan akurasi data pelayanan publik. Inovasi ini juga menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang adaptif di era digital.
Adapun konsep utama dalam program ini mencakup beberapa pendekatan strategis. Pertama, pelaksanaan kajian dan pengumpulan data secara langsung di lapangan guna memetakan kebutuhan masyarakat, termasuk jenis layanan serta kondisi sarana dan prasarana.
Kedua, pemanfaatan media digital sederhana seperti WhatsApp sebagai sarana pelayanan daring yang praktis dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan.
Ketiga, penerapan pendekatan jemput bola, yakni pelayanan administrasi yang dilakukan secara langsung ke desa-desa bahkan ke rumah warga dengan sistem terjadwal. Pendekatan ini diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tinggal jauh dari kantor kecamatan.
“Dengan hadirnya program ini, diharapkan pelayanan publik di Kecamatan Masalembu semakin cepat, tepat, dan merata,” jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Masalembu optimistis inovasi tersebut mampu menjadi model pelayanan yang efektif, khususnya bagi wilayah kepulauan di tengah keterbatasan.


