Menu

Mode Gelap

PEMERINTAHAN · 29 Nov 2022 14:14 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Minta TPID Kerjasama Kendalikan Inflasi Daerah


 Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah, di Kantor Bupati secara Virtual. (foto/ist) Perbesar

Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah, di Kantor Bupati secara Virtual. (foto/ist)

SUMENEP, (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan semua elemen, dalam rangka menyusun langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi di daerah.

Bupati Achmad Fauzi menyampaikan bahwa pengendalian inflasi sangat penting dan memerlukan kerja sama, serta koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi, baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral.

“Salah satu upaya pengendalian inflasi menuju inflasi yang rendah dan stabil, adalah dengan membentuk dan mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat agar mengacu pada sasaran inflasi yang telah ditetapkan,” harap Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah, di Kantor Bupati secara Virtual, Selasa (29/11/2022).

Dipaparkan, inflasi yang tinggi menyebabkan pendapatan riil masyarakat terus turun, sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan pada akhirnya orang miskin bertambah di daerah, bahkan inflasi yang tidak stabil akan menciptakan permainan (ketidakpastian) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.

“Jadi, pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil bisa mengalahkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang ujung-ujungnya menurunkan pertumbuhan ekonomi,” papar Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Bupati Achmad Fauzi menekankan agar TPID untuk menciptakan stabilitas ekonomi perlu menjaga ketersediaan pasokan, harga pangan termasuk pedistribusian serta daya beli, karena inflasi bisa menjadi ancaman kesejahteraan pada masyarakat sektor pangan.

“TPID Kabupaten Sumenep untuk bekerja sama melakukan antisipasi kenaikan harga pangan dengan identifiaksi rinci ketersediaan suplai pangan, terutama bahan pangan yang secara historis bisa meningkat sewaktu-waktu,” jelas Bupati Sumenep.

Bupati Achmad Fauzi mengemukakan bahwa salah satu antisipasinya dapat dilakukan mulai saat ini dengan menyiapkan cold storage, melakukan gerakan urban farming seperti menyembunyikan tanaman pangan di pekarangan dan lainnya.

“Mudah-mudahan inflasi ini bisa dikendalikan supaya daya beli masyarakat dalam mencukupi kehidupan sehari-hari tetap berjalan dengan normal,” harap orang nomor satu di Pemkab Sumenep. (ils/red)

KLIK DISINI: Update berita terbaru di google news

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

BEN Carnival 2024 di Kota Blitar Tampilkan Seni Budaya Nusantara dan 4 Benua

14 Juli 2024 - 15:25 WIB

Pertama di Madura, Pemkab Sumenep Gelar Kontes Ayam Hias Shamo Piala Bupati

11 Juli 2024 - 20:51 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Event Kicau Burung Mania Piala Bupati 2024

11 Juli 2024 - 20:46 WIB

Pemkab Sumenep Melalui Bagian Kesra Bakal Gelar Gebyar Muharrom 2024 dengan Bersholawat, Ini Tempat dan Tanggalnya

10 Juli 2024 - 13:18 WIB

Bapenda Sumenep Kembali Sosialisasi Pembayaran Pajak Daerah Non Tunai dan Penyerahan SPPT di Kecamatan Kalianget

10 Juli 2024 - 12:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi Pembayaran Pajak Daerah Non Tunai dan Penyerahan SPPT Serentak di Kecamatan

9 Juli 2024 - 18:48 WIB

Trending di PEMERINTAHAN