PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0019
IMG-20260508-WA0009

Dinkes P2KB Sumenep Kembali Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kembali memperkuat upaya pencegahan stunting melalui gerakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Rapat Koordinasi Tim Pengendalian GENTING dilakukan hari ini, Kamis (16/10/2025) di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep yang melibatkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk unsur BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, lembaga sosial, komunitas, dan media yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting.

Program tersebut menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardansah, dalam Arahnya menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong masyarakat dalam mencegah stunting dini sejak. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, pola asuh yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Stunting dapat menyebabkan penurunan skor kognitif hingga 11 poin IQ. Jika tidak dicegah, hal ini dapat menghambat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, GENTING menjadi gerakan penting yang melibatkan semua pihak,” tegas Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah.

Kadinkes Ellya familiar disapa mengatakan, dasar pelaksanaan gerakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 tentang Panduan Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinkes P2KB Ida Winarni memaparkan capaian penurunan stunting di Sumenep yang menunjukkan tren sangat positif dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun 2021 prevalensi stunting masih di angka 29 persen. Tahun 2022 turun menjadi 21,9 persen, lalu 16,7 persen di tahun 2023, dan tahun 2024 tinggal 11,2 persen. Kami berharap tahun 2025 bisa di bawah 10 persen,” terangnya.

Pihaknya menerangkan, bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat potensi kelahiran baru yang selalu ada.

“Kita tidak bisa menghilangkan stunting sepenuhnya, tapi kita bisa mencegah anak-anak lahir dalam kondisi stunting melalui pendidikan, asupan gizi yang baik, dan pendampingan keluarga,” tambahnya.

Melalui GENTING, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat menciptakan sinergi keberlanjutan antarsektor, memperkuat pendampingan keluarga, serta memastikan kebutuhan gizi anak-anak berisiko stunting terpenuhi.

IMG-20260312-WA0047

Bacaan Lainnya

Direktur RSUD Sumenep Apresiasi Peran Vital Bidan di Momentum Hari Bidan Sedunia 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Bidan Sedunia...

Pelayanan IGD RSUD Sumenep Kembali Tuai Pujian, Rumah Sakit Kebanggaan Kota Keris Ini Komitmen Berikan yang Terbaik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat...

Tim Promkes Dinkes P2KB Sumenep Gencar Turun Langsung ke Desa-desa Edukasi Hidup Sehat di Posyandu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk,...

Direktur RSUD Sumenep Tekankan Pentingnya Validasi Mutu demi Keselamatan Pasien

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Direktur RSUD dr. H....

RSUD Sumenep Dorong Pelayanan Berkualitas Lewat Pelatihan Validasi Data

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – RSUD dr. H. Moh....

RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Sinergi Pegawai di Peringatan Hari Buruh 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Buruh Internasional...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *