Menu

Mode Gelap
PKDI Sumenep Siap Sukseskan Program Koperasi Desa Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi Desa Ini daftar Brand dan Perusahaan dengan Performa Komunikasi Terbaik di Ruang Digital BIP Hadirkan Kebahagiaan Ramadan Bagi 3.000 Anak Yatim di Pamekasan, Dapat Apresiasi Bupati dan Raih Rekor MURI DPUTR Sumenep Bekali Pemerintah Desa Pemahaman Pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus 2026 Diskominfo se-Jatim Ikuti Pendampingan Pengaduan Publik dari KemenPAN-RB

KESEHATAN · 21 Feb 2023 20:55 WIB

Kabupaten Sumenep Terima Penghargaan Kemenkes RI ‘Bebas Penyakit Frambusia’


 Bupati Achmad Fauzi saat menerima penghargaan sertifikat bebas frambusia di Jakarta (dua dari kiri) dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono (dua dari kanan). (foto/ist) Perbesar

Bupati Achmad Fauzi saat menerima penghargaan sertifikat bebas frambusia di Jakarta (dua dari kiri) dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono (dua dari kanan). (foto/ist)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinyatakan bebas penyakit frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Frambusia yang dikenal sebagai frambesia tropica atau patek merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum pertenue. Penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi. Bagi daerah dengan iklim tropis yang memiliki sanitasi buruk sangat rentan bisa terinfeksi penyakit frambusia.

Keberhasilan ini berkat kerja keras bersama pemerintah daerah kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Hj. Dewi Khalifah khususnya Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana setempat yang dipimpin Agus Mulyono selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi kesehatan masyarakat di Kota Keris. Sehingga, penerimaan sertifikat bebas frambusia menjadikan penghargaan ke-13 bidang kesehatan sejak Achmad Fauzi dilantik sebagai Bupati Sumenep.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sertifikat bebas frambusia kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada acara peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia yang berlangsung di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Selasa (21/2/2023). (foto/ist)

Kabupaten Sumenep termasuk salah satu Kabupaten atau Kota di Indonesia yang dinyatakan bebas penyakit frambusia yang mendapat penghargaan sertifikat dari Kemenkes RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada acara peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia yang berlangsung di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Bupati Achmad Fauzi pada momentum menerima penghargaan sertifikat bebas Frambusia di Jakarta didampingi di antaranya oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono.

Bupati Sumenep yang familiar dipanggil Cak Fauzi menyampaikan, pemerintah kabupaten Sumenep menerima penghargaan bebas frambusia merupakan hasil kerja keras semua pihak di jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat, untuk mendukung menyukseskan program itu.

Bupati Cak Fauzi berharap sertifikat yang diraih bagaimana terus memotivasi untuk mencegah penyakit kulit menular kronis ini. “Sehingga tidak ada lagi kasus penularan frambusia di masyarakat kabupaten Sumenep,” harapnya.

Orang nomor satu di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Sumenep mengajak seluruh masyarakat di Kota Keris agar senantiasa menjaga kesehatan, salah satunya dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing.

“Bebas frambusia di Kabupaten Sumenep tidak bisa dilakukan pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan peran serta semua elemen masyarakat, sehingga upaya pencegahannya bisa dilakukan secara maksimal,” tutur politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, mengaku keberhasilannya itu bagian dari ikhtiar bersama yang dilakukannya untuk senantiasa selalu mengadakan pencegahan, deteksi dini dan pengobatan untuk melakukan penanganan kasus frambusia.

“Seperti manakala ada masyarakat menderita penyakit itu, dilakukan penanganan dengan cepat, seperti isolasi dan pengobatan yang intensif, serta monitor kondisinya, sehingga Kabupaten Sumenep telah bebas frambusia,” jelas Kadis Agus biasa disapa. (ji/ils/red)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

Baca Lainnya

Dinkes P2KB Sumenep Melalui Puskesmas Manding Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi di Tingkat Desa

11 Februari 2026 - 12:15 WIB

Direktur RSUD Sumenep Apresiasi Dukungan Pemkab untuk Pengembangan Layanan Rumah Sakit

10 Februari 2026 - 19:41 WIB

RSUD Sumenep Tingkatkan Layanan Transportasi Kesehatan Demi Akses Pasien Lebih Cepat

10 Februari 2026 - 19:19 WIB

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes

Puskesmas Masalembu Ucapkan Selamat HPN 2026, Kapus Dian: Pers Berkontribusi Besar Dukung Pembangunan hingga Sektor Kesehatan

10 Februari 2026 - 16:31 WIB

Seluruh Karyawan dan Manajemen RSUD Sumenep Ucapkan HPN 2026: Direktur Erliyati Harap Pers Tetap Profesional dan Independen

9 Februari 2026 - 16:57 WIB

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes

RSUD Sumenep Perkuat Kepedulian, Anak Difabel Dapat Edukasi Kesehatan Sejak Dini

9 Februari 2026 - 13:55 WIB

RSUD Sumenep Perkuat Kepedulian, Anak Difabel Dapat Edukasi Kesehatan Sejak Dini
Trending di KESEHATAN

Sorry. No data so far.