SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pada momentum Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi hal penting bagi rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Eliyanti, M.Kes, mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pola hidup sehat serta tidak mengabaikan gejala awal.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif, karena mengandung zat karsinogen,” ajak Direktur RSUD Sumenep yang familiar disapa dr. Erli kepada media.
Bagi dr. Erli, deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan menekan risiko komplikasi akibat kanker. Selain itu, Direktur RSUD Sumenep juga memberikan motivasi kepada para penyintas dan pasien kanker agar tetap optimistis dalam menjalani pengobatan.
“Kanker tidak harus ditakuti, tetapi dilawan. Ikhtiar medis harus terus dilakukan, disertai doa dan keyakinan. Tidak ada yang mustahil atas kehendak Allah,” lanjutnya.
Peringatan Hari Kanker Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju hidup yang lebih sehat serta meningkatkan pencegaha kanker sejak dini.
Menambahkan, Kasi Informasi RSUD Sumenep Erfin Sukayati, M.Kes, menerangkan, bahwa sepanjang dua tahun terakhir sejak 2024, rumah sakit pelat merah kebanggaan Kota Keris telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 20.879 pasien kanker.
Dari angka itu menunjukkan bahwa kanker masih menjadi persoalan serius di sektor kesehatan, termasuk di Kabupaten Sumenep. Secara nasional, berdasarkan data Kementrian Kesehatan yang dirilis pada akhir 2025, Indonesia mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun.