PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260619-WA0002

Owner Mami Muda Dorong Mahasiswa FEB Unija Mampu Ciptakan Lapker

Pada
Owner Mami Muda Fauzi As saat jadi pemateri praktik kerja lapangan mahasiswa FEB Unija Madura, Sumenep. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Owner Mami Muda, Fauzi As, mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wiraraja (Unija) Madura, Sumenep, tidak hanya mengandalkan mencari kerja setelah lulus menjadi sarjana namun harus mampu menciptakan lapangan kerja (Lapker).

Stimulan ini disampaikan Fauzi As saat menjadi pemateri program praktik kerja lapangan (PKL) tahun ajaran 2023/2024 dengan tema “Membangun Ide Bisnis di Era Digital”, Jum’at (15/3/24) di aula Kampus Unija Madura, Sumenep.

IMG-20260617-WA0002

Fauzi As mengajak mahasiswa jangan hanya menjadikan kampus sebagai etalase pendidikan namun output setelah keluar dari kampus, mahasiswa dan mahasiswi  itu harus menghadirkan dampak dampak riil terhadap masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara.

“Kita juga mendorong kampus agar tidak hanya mengajarkan mahasiswanya tentang teori teori tetapi lebih kepada praktek yang harus diseimbangkan dengan teorinya,” harap pengusaha muda di Sumenep itu.

Kata owner Mami Muda, apalagi notabene mahasiswa jurusan ekonomi bisnis tentu diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja.

“Namun bagaimana kemudian para mahasiswa dan mahasiswi bisa menciptakan lapangan kerja sementara belum belajar sedikitpun soal praktek praktek riil di lapangan,” kata Fauzi As.

Sebab itu, Fauzi As mengajak para mahasiswa maupun mahasiswi FEB Unija Madura Sumenep agar upgrade diri supaya menjadi pribadi yang lebih unggul.

“Kunci sukses untuk menjadi pribadi yang lebih unggul itu salah satunya harus merubah habitat untuk upgrade diri. Selain itu cari relasi dengan level tentunya diatas kita,” papar Fauzi As dihadapan ratusan mahasiswa FEB Unija Madura yang dikenal dengan kampus cemara itu.

Fauzi As juga menganalogikan bahwa kunci keberhasilan itu harus siap memposisikan diri seperti bekas tapak kaki gajah, sebab, satu bekas tapak kaki gajah mampu menampung seribu semut.

“Hal itu akan membantu kita dalam banyak hal ke depan. Selanjutnya cari diferensiasi, itu juga sangat penting, karena hal itu yang menjadi pembeda (ciri khas) yang bisa kita jual,” kata Fauzi As.

Menurutnya, mencetak output kewirausahaan bagi mahasiswa maupun mahasiswi untuk bekal pasca pendidikan merupakan salah satu inovasi yang harus dikembangkan.

“Maka hal itu sangat penting untuk mendorong kemajuan di era digital seperti saat ini,” pungkas seorang pengusaha di ujung timur pulau Garam Madura ini. (ily)

Bacaan Lainnya

Perumahan Rokok Binaan BC Madura “PR Sekawan Mulia” Sumenep Buka Kesempatan Kerja untuk Linting dan Giling

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perusahaan rokok binaan Bea...

Serap Hasil Panen Lokal, Haswal Group Mulai Pembelian Perdana Tembakau

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Haswal Group resmi memulai...

Menyentuh Hati! Bang Ali Resmikan Toko Emas di Pamekasan dengan Allah sebagai Komisarisnya

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Bagi H. Ali Zainal...

Ayunda Group Siap Dukung Kegiatan Pemuda Tani untuk Kembangkan UMKM Pamekasan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Pameran pertanian dalam rangka...

Ayunda Group Sukses Meriahkan HUT ke-81 RI dengan JJS Berhadiah Umroh, Pemenang Langsung Diberangkatkan Bersama 35 Karyawannya

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan...

Pengiriman Perdana Tembakau Prancak 95, Kepala DKPP Sumenep Targetkan Pasar Lebih Luas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *