SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Peta politik Jawa Timur menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mulai menunjukkan dinamika. Meski pesta demokrasi tersebut masih beberapa tahun lagi, PDI Perjuangan (PDIP) mulai memetakan sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk dipersiapkan menghadapi kontestasi politik di tingkat provinsi.
Salah satu nama yang mulai mencuat adalah Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo. Figur tersebut disebut memiliki peluang untuk masuk dalam skema kaderisasi kepemimpinan PDIP di Jawa Timur.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, sebelumnya menyampaikan bahwa partainya memiliki sejumlah kader potensial yang dapat diproyeksikan menghadapi berbagai agenda politik pada masa mendatang.
Menurut Hasto, kader potensial tersebut tidak hanya berasal dari kalangan legislatif. Sejumlah kepala daerah juga menjadi perhatian karena dinilai memiliki pengalaman pemerintahan dan kapasitas kepemimpinan.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang dianggap strategis bagi PDIP. Karena itu, penjaringan sekaligus pembinaan kader untuk kepemimpinan di tingkat provinsi mulai mendapat perhatian serius.
Dalam salah satu agenda konsolidasi partai di Surabaya, Hasto menyebut sejumlah kepala daerah yang dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan. Di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Nama Achmad Fauzi tidak terlepas dari kiprahnya selama memimpin Kabupaten Sumenep. Sejumlah program pembangunan, penguatan ekonomi daerah, hingga komunikasi politik menjadi bagian dari rekam jejak yang dinilai dapat menjadi modal untuk dipertimbangkan dalam peta politik Jawa Timur.
Selain itu, Sumenep merupakan salah satu daerah strategis di Madura. Kondisi tersebut membuat posisi kepala daerah Sumenep memiliki nilai tersendiri dalam dinamika politik Jawa Timur.
Masuknya nama Achmad Fauzi dalam pemetaan internal partai juga memperlihatkan adanya kemungkinan kepala daerah diproyeksikan untuk mengambil peran politik yang lebih tinggi di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, sebelumnya telah menyatakan tekad partainya untuk memenangkan Pilgub Jawa Timur 2029. Bahkan, PDIP menargetkan kader internal dapat menduduki kursi gubernur Jawa Timur.
Said Abdullah menilai target tersebut harus ditopang dengan penguatan organisasi dan konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Struktur partai di semua tingkatan didorong untuk semakin aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta menyerap aspirasi warga.
Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota juga diharapkan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Pada saat yang sama, soliditas mesin partai hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS) perlu ditingkatkan.
Dalam pembahasan mengenai kaderisasi, Hasto juga mencontohkan Tri Rismaharini sebagai figur yang berhasil berkembang dari kepemimpinan daerah ke tingkat nasional. Risma diketahui pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode sebelum kemudian dipercaya menjadi Menteri Sosial.
Menurut Hasto, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi dapat menjadi jalur bagi figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta kedekatan dengan masyarakat untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
Meski Pilgub Jawa Timur 2029 masih cukup jauh, munculnya sejumlah nama potensial menunjukkan bahwa partai politik mulai melakukan persiapan sejak dini.
Jawa Timur memiliki posisi penting dalam peta politik nasional karena merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Tak heran jika kontestasi perebutan kursi gubernur selalu menjadi perhatian berbagai partai politik.
Dengan mencuatnya nama Achmad Fauzi Wongsojudo, Eri Cahyadi, dan sejumlah figur lainnya, dinamika politik menuju Pilgub Jawa Timur 2029 diperkirakan akan terus berkembang.
PDIP tampaknya mulai menyiapkan strategi jangka panjang dengan mengoptimalkan struktur partai sekaligus memetakan kader-kader yang dinilai memiliki kapasitas dan daya saing untuk menghadapi perebutan kursi Gubernur Jawa Timur.
Menanggapi namanya yang masuk dalam radar PDIP, Achmad Fauzi menegaskan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya akan tetap mengikuti keputusan dan instruksi partai.
“Sebagai kader, saya selalu tunduk dan patuh pada instruksi partai,” kata Achmad Fauzi kepada media, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan, untuk saat ini dirinya masih berkonsentrasi menjalankan amanah sebagai Bupati Sumenep.
Achmad Fauzi juga menyatakan komitmennya untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Intinya semangat saya ingin terus melakukan yang terbaik bagi partai dan wilayah yang saya pimpin,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada DPP PDI Perjuangan atas penilaian yang diberikan hingga namanya masuk dalam usulan calon kepala daerah Jawa Timur.
“Terima kasih atas penilaian pihak yang memasukkan nama saya dalam usulan calon kepala daerah di Jawa Timur,” tutupnya.

Tidak ada Respon