SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan kegiatan manasik akbar sekaligus pelepasan simbolis calon jamaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Graha Abdi Wicaksana (Korpri), Kamis (7/5/2026).
Sebanyak 1.356 calon jamaah haji mengikuti kegiatan tersebut sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya.
Prosesi berlangsung tertib, khidmat, dan penuh haru. Suasana emosional tampak dari para jamaah maupun keluarga yang turut mengantar keberangkatan calon tamu Allah SWT.
Acara itu dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, jajaran Kementerian Agama, unsur Forkopimda, petugas haji, tamu undangan, serta ribuan calon jamaah haji dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiludin, menjelaskan bahwa manasik akbar menjadi tahapan penting dalam memberikan pembekalan kepada jamaah sebelum berangkat ke Arab Saudi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh jamaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan baik sehingga dapat menjalankan ibadah secara lancar dan khusyuk saat berada di Tanah Suci,” ujar Kamiludin dalam laporannya.
Ia menambahkan, materi manasik tidak hanya berfokus pada teknis ibadah, tetapi juga bertujuan memperkuat kesiapan mental dan spiritual para jamaah.
“Kesiapan jamaah tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, melainkan juga mental dan spiritual. Karena itu, pemerintah daerah hadir memberikan dukungan agar jamaah merasa lebih siap dan tenang sebelum keberangkatan,” terangnya.
Dari total 1.356 jamaah, sebanyak 1.348 orang merupakan jamaah reguler, enam orang Petugas Haji Daerah (PHD), dan dua orang dari PIH KBIHU. Sementara berdasarkan jenis kelamin, jamaah terdiri atas 651 laki-laki dan 705 perempuan.
Para jamaah nantinya diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 68, 71, 72, 76, 77, 78, 79, dan 81 Embarkasi Surabaya.
“Untuk rinciannya, Kloter 68 sebanyak dua jamaah, Kloter 71 dua jamaah, Kloter 72 dua jamaah, Kloter 76 dua jamaah, Kloter 77 sebanyak 375 jamaah, Kloter 78 sebanyak 376 jamaah, Kloter 79 sebanyak 376 jamaah, dan Kloter 81 sebanyak 221 jamaah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan haji tahun ini, terdapat jamaah termuda dan tertua yang menjadi perhatian. Jamaah termuda tercatat atas nama Aprilia Ummul Mauviroh, usia 16 tahun, asal Kecamatan Batang-Batang. Sedangkan jamaah tertua bernama Supakmi, berusia 96 tahun, asal Kecamatan Bluto.
Menurut Kamiludin, rentang usia jamaah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Sumenep dalam menunaikan ibadah haji.
“Hal ini membuktikan bahwa semangat masyarakat untuk berhaji sangat besar. Meski berasal dari usia yang berbeda, mereka memiliki tujuan yang sama, yakni menyempurnakan rukun Islam,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan dan keselamatan, serta kembali ke Sumenep dengan memperoleh predikat haji mabrur,” pungkas Kamiludin.
Kegiatan manasik akbar dan pelepasan simbolis jamaah haji tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026 yang melekat pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumenep.

Tidak ada Respon