Menu

Mode Gelap
Aksi Kemanusiaan PMI Sumenep, Puluhan Tukang Becak dan Pemulung Terima Bantuan Kepedulian Ramadan, Swiss-Belinn Manyar Berbagi dengan Anak-anak Sahabat Gempita Swara Semesta Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

EKONOMI · 20 Agu 2025 21:27 WIB

PT. Empat Sekawan Mulia Bakal Bangun Pabrik Baru Sigaret Putih Tangan di Sumenep, Tergetkan Ribuan Pekerja Lokal


 Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi Perbesar

Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Angin segar bagi masyarakat datang dari dunia industri tembakau di Madura. PT Empat Sekawan Mulia, salah satu perusahaan rokok ternama yang berkantor di Kabupaten Pamekasan, bakal membuka pabrik baru yang akan memproduksi Sigaret Putih Tangan di wilayah Sumenep dengan menargetkan ribuan pekerja lokal.

Rencana ini, menjadi sinyal kebangkitan industri lokal, tetapi juga membawa harapan besar bagi ribuan masyarakat yang masih mencari pekerjaan.

Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memberikan dukungan, terutama dalam kemudahan proses perizinan.

“Kami akan kembangkan pabrik baru di kawasan Pandawa 5 Sentosa untuk produksi Sigaret Putih Tangan. Harapannya, ini bisa menyerap banyak tenaga kerja, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang H. Suhaydi saat menghadiri acara penyaluran BLT DBHCHT kepada buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Sumenep tahun 2025 yang berlangsung di Gudang Pabrik Rokok Sekawan Mulia, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng.

Saat ini, PT Empat Sekawan Mulia telah memiliki sekitar 1.368 karyawan, dan 480 di antaranya adalah warga Sumenep. Dengan pabrik baru yang akan dibangun, perusahaan optimistis jumlah itu akan meningkat pesat, seiring dengan perluasan lini produksi rokok putihan.

H. Suhaydi juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pabrik-pabrik rokok yang tidak memiliki aktivitas produksi nyata.

“Kita ingin industri ini bersih. Tidak ada lagi pabrik fiktif yang hanya menjual pita cukai tanpa produksi. Sudah saatnya industri rokok benar-benar memberi dampak nyata, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir oknum,” tegasnya.

Dengan dukungan jaringan distribusi dari sejumlah minimarket modern, PT Empat Sekawan Mulia optimistis produk sigaret putih tangan asal Madura akan mampu bersaing dengan produk serupa dari pabrikan besar lainnya.

“Pasarnya sudah ada. Kami siap bersaing dan kami yakin, kualitas rokok dari Madura mampu berdiri sejajar dengan produk rokok terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Owner PT Empat Sekawan Mulia ini mengharapkan, dengan dibukanya pabrik baru ini bisa menjadi angin segar bagi masyarakat Madura, khususnya di tengah tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran.

“Semoga dengan keberadaan pabrik baru ini tak hanya akan menghidupkan industri lokal, tetapi juga mengangkat kesejahteraan masyarakat secara langsung,” harap Haji Edi familiar disapa.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

DRT Exclusive Buka Lowongan Kerja Sales dan SPG, Sasar Anak Muda Energik, Yuk Daftarkan

12 Maret 2026 - 19:05 WIB

Sinergi Pemprov Jatim dan Tokoh Madura, KEK Tembakau Didorong Segera Terwujud

9 Maret 2026 - 19:28 WIB

Momentum Baru Madura, Gubernur Jatim Dukung Penuh Pembentukan KEK Tembakau hingga Realisasi

9 Maret 2026 - 19:17 WIB

Tinjau Langsung, EduFarming yang Digagas Pengusaha Sumenep Fauzi Mami Muda Dapat Apresiasi Pangdam V/Brawijaya

9 Maret 2026 - 00:15 WIB

DRT Hadirkan Inovasi Baru Lewat Rokok Kretek Varian Exclusive dan Apel dengan Harga Terjangkau

7 Maret 2026 - 01:49 WIB

Bupati Sumenep Resmi Buka Bazar Takjil Ramadan 2026: Momentum Bangkitlah Ekonomi Masyarakat

20 Februari 2026 - 20:33 WIB

Bupati Sumenep Resmi Buka Bazar Takjil Ramadan 2026: Momentum Bangkitlah Ekonomi Masyarakat
Trending di EKONOMI

Sorry. No data so far.