PASANG IKLANMU DISINI

Gunakan Baju Adat, Festival Bakar Ikan Ala Masalembu di Festival Budaya 2026 Berlangsung Unik dan Menarik

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana unik dan penuh kekeluargaan terlihat dalam kegiatan Festival Bakar Ikan Ala Masalembu yang menjadi bagian utama Festival Budaya Masalembu 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan masyarakat dari berbagai desa di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Rabu (20/5/2026).

Menariknya, para peserta yang mengikuti festival tampil mengenakan pakaian adat khas daerah, sehingga menambah nuansa budaya yang kental dalam acara tersebut. Perpaduan tradisi, kuliner, dan kebersamaan masyarakat menjadikan kegiatan ini tampil berbeda dan menarik perhatian.

Festival Bakar Ikan Ala Masalembu menggunakan bahan dasar ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal Masalembu di Desa Masalima dan Sukajeruk. Beragam jenis ikan dibakar langsung di lokasi acara yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Masalembu dengan cita rasa khas yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir kepulauan.

Aroma ikan bakar yang menggoda dipadukan suasana penuh kebersamaan membuat festival semakin semarak. Masyarakat terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen unik tersebut karena dianggap sebagai tradisi budaya yang jarang ditemui di daerah lain.

Festival ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan potensi kuliner khas Masalembu kepada masyarakat luas. Selain itu, penggunaan pakaian adat dalam kegiatan tersebut menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat kepulauan.

Diharapkan, Festival Budaya Masalembu 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan promosi wisata, budaya, serta perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Dengan semangat kebersamaan dan budaya yang kuat, Festival Bakar Ikan Ala Masalembu menjadi salah satu daya tarik utama dalam Festival Budaya Masalembu 2026 yang sukses menghadirkan suasana meriah, tradisional, dan penuh kehangatan masyarakat kepulauan.

Bagi Camat Masalembu, Achmad Auzai Rahman, Festival Bakar Ikan Ala Masalembu menjadi simbol kekayaan hasil laut dan budaya masyarakat pesisir Masalembu yang selama ini dikenal sebagai daerah kepulauan dengan potensi perikanan melimpah.

Menurutnya, kemeriahan festival juga akan berlanjut hingga 23 Mei 2026 melalui lomba fotografi Kakatua Jambul Kuning, satwa endemik yang menjadi ikon Pulau Masakambing di Kepulauan Masalembu.

“Selanjutnya dilanjutkan dengan lomba vlog Festival Budaya Masalembu hingga lomba vlog Explorer Masalembu sampai tanggal 31 Mei 2026,” terangnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.

“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.

“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” jelasnya.

Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Kepulauan Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep.

IMG-20260516-WA0023

Bacaan Lainnya

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *