SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Wiwid Harjo Yudanto mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) agar atensikan dalam menangani persoalan lama yakni antrean panjang penyebrangan di Pelabuhan Talango-Kalianget.
Wiwid Harjo Yudanto menilai, akhir-akhir ini antrean penyebrangan di pelabuhan Talango-Kalianget mulai sering terjadi. Apalagi pada saat ini memasuki musim haji dan juga mendekati musim pernikahan.
“Dinas (Disperkimhub) itu jangan bersikap tidak mau tahu persoalan ini, karena (penyebrangan Talango – Kalianget) itu tanggung jawabnya. Meskipun sudah diberikan penugasannya pada UPT, tapi harus dipantau juga benar tidak kerjanya di lapangan,” desak Wiwid Harjo Yudanto, Selasa (11/6/2024).
Wiwid Harjo Yudanto menekankan, jika memang tongkang sedang off karena dilakukan docking atau perawatan rutin tidak harus berbarengan. Kecuali dua-duanya sama-sama rusak, seperti mesin rusak seketika.
“Mestinya jika tidak bisa beroperasi karena perawatan rutin itu harus diatur agar tidak berbarengan dengan KM lainnya, sehingga aktivitas kendaraan itu lancar. Kami ingatkan, jangan lepas tangan seperti itu dinas,” pinta Wiwid Harjo Yudanto.
Wiwid Harjo Yudanto juga menekankan, agar di sisi pelabuhan Talango agar ditambah keberadaan petugas yang menjaga aktivitas keluar masuk kendaraan.
“Harusnya di sisi Pelabuhan Talango itu ditambah petugas untuk menjaga aktivitas keluar masuknya kendaraan, jangan hanya menumpuk di sisi kalianget,” pinta politisi PKS asal Pulau Poteran Talango ini.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep Yayak Nurwahyudi menyebut jika memang dua tongkang di penyebrangan Talango-Kalianget tidak beroperasi.
Kedua tongkang yang tidak beroperasi itu diantaranya, KM. Samporna Maju dan KM. Karjon IV lantaran sedang dilakukan perawatan rutin atau docking.
Kadisperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi merespon tegas dan meminta untuk mempercepat agar tidak terjadi antrean panjang, baik disisi talango dan kalianget.
“Saya mendorong percepatan perbaikan (dua tongkang) tersebut,” terang Kadisperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi.
Kadisperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi mengaku siap mengatur soal antrean roda empat yang menjadi keluhan warga di pelahuban. Sementara untuk kendaraan roda dua mendorong untuk menggunakan perahu kecil yang sudah tersedia di dua pelabuhan tersebut.
“Jadi, yang menghambat jalannya kendaraan tak perbaiki,” tegas Kadisperkimhub Sumenep Yayak Nurwahyudi.

Tidak ada Respon