SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Program Innovative Collaborative Project (ICP) yang diinisiasi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan baru dalam mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa. Ia menyebut program ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam dunia bisnis.
Menurutnya, pelaksanaan ICP ditandai dengan penyerahan 100 stan toko yang nantinya akan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dalam kegiatan usaha berbasis praktik.
“Program ini sangat inovatif dan memiliki visi ke depan yang jelas. Mahasiswa diberi peluang untuk belajar sekaligus menjalankan usaha secara langsung, sehingga potensi mereka bisa berkembang maksimal,” ungkapnya.
Hairil Fajar menambahkan, kehadiran ratusan stan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Selain meningkatkan kemampuan berwirausaha, mahasiswa juga dilatih untuk membangun mental, kreativitas, serta daya saing di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program tersebut, baik melalui akses pembiayaan maupun pendampingan usaha berbasis prinsip syariah.
“BPRS Bhakti Sumekar siap memberikan dukungan penuh. Ini sejalan dengan upaya kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki semangat inovasi,” tegasnya.
Program ICP UNIBA Madura merupakan bagian dari penerapan konsep kampus berdampak, yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi riil.

