PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep Soroti Program Wirausaha Santri

Pada
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Masdawi. (foto/ist)
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Masdawi, menyoroti program wirausaha santri yang diprakarsai oleh Disbudporapar. Lantaran mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp1,2 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Sementara program itu dinilai masih belum nampak output-nya.

“Untuk tahun 2024, kita harus melihat dulu output yang 2023, ada atau tidak, jelas atau tidak outputnya,” terang Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Masdawi, Jumat (4/8/2023).

Masdawi menekankan, program wirausaha santri itu jangan hanya dilakukan pelatihan tanpa kontinuitas dan aksi nyata karena hasilnya akan nihil. Apalagi hanya rentang waktu kegiatan itu berbatas 2 hingga 3 hari saja sehingga tentu skill peserta tidak akan terasah secara maksimal.

Jika program wirausaha santri atau santri entrepreneur tidak jelas, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep ini menilai alangkah lebih baik anggaranya itu dipangkas dan dialokasikan untuk program lain.

“Selama dua tahun, dari 2022 dan 2023 ini output dari program santri enterpreneur sama sekali tidak jelas, jangan-jangan malah bukan santri yang diikutkan pelatihan,” tanya Masdawi.

Masdawi mengungkapkan, Komisi IV DPRD Sumenep juga menerima laporan bahwa ada beberapa peserta pelatihan santri enterpreneur lebih memilih untuk menjual peralatan yang diberikan sebagai bantuan.

Kata Komisi DPRD Sumenep IV ini, jika hal itu benar, maka akan memberikan sanksi agar oknum terkait dihapus dari keikutsertaan dalam program santri enterpreneur. Masdawi mengaku, bakal mengawasi dengan ketat terkait hal tersebut.

“Kami akan awasi dengan ketat. Perihal alat yang dijual, kami akan telusuri langsung, kalau ternyata benar maka kami minta hapus kepesertaannya,” tegas Masdawi.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan, menanggapi atas sorotan anggota Komisi IV DPRD Sumenep, menyampaikan bahwa output program santri enterpreneur dapat terlihat dari beberapa produk yang dihasilkan, seperti batik dan blangkon meski belum maksimal.

Pelaksanaan program santri enterpreneur menurutnya juga turut melibatkan peran organisasi kepemudaan, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep, dalam menyasar para peserta.

“Meskipun tidak maksimal, tapi saya rasa ada outputnya. Memang produknya masih belum sampai di ekspor, tapi banyak peserta santri enterpreneur saat ini mulai membangun usahanya, berbekal apa yang didapatkan selama pelatihan,” terangnya. (*ji/ily)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Hemat Energi dan Jaga Lingkungan, Fraksi PDIP DPRD Sumenep Terapkan Gowes ke Kantor

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen terhadap penghematan energi...

DPRD Sumenep Dorong Kebijakan Berkeadilan Lewat Pandangan Umum Fraksi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Sumenep Tekankan Sinergi Legislasi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Bupati Cak Fauzi Apresiasi Sinergi Semua Pihak

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa...

DPRD Sumenep Perkuat Perlindungan Anak Lewat Raperda Media Sosial

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD...

IMG-20260320-WA0006