PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

BC Madura juga Terkesan Bersekongkol dengan Bos Rokok Ilegal “Be Fly Bold” yang Bersarang di Pamekasan, Menkeu Purbaya Didesak Turun Tangan

Pada
KOLASE FOTO. Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan rokok ilegal merk "Be Fly Bold" yang bersarang di Kabupaten Pamekasan yang dibiarkan yang diduga milik seorang anggota DPRD setempat berinisial SA. Dan Menkeu Purbaya yang didesak turun tangan menangkap para mafia rokok ilegal yang bersarang di wilayah hukum Bea Cukai Madura
KOLASE FOTO. Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan dan rokok ilegal merk "Be Fly Bold" yang bersarang di Kabupaten Pamekasan yang dibiarkan yang diduga milik seorang anggota DPRD setempat berinisial SA. Dan Menkeu Purbaya yang didesak turun tangan menangkap para mafia rokok ilegal yang bersarang di wilayah hukum Bea Cukai Madura
A-AA+A++

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Bea Cukai (BC) Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan juga terkesan bersekongkol dengan bos rokok ilegal merk “Be Fly Bold” yang bersarang di Kabupaten Pamekasan yang diduga milik seorang anggota DPRD setempat berinisial SA, yang berasal dari Dapil V wilayah selatan. Selasa (21/10/2025).

Pasalnya hingga saat ini, keberadaan rokok ilegal merk “Be Fly Bold” dan bosnya masih saja dibiarkan aman-aman saja. Bea Cukai Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan dalam penegakan hukum rokok ilegal yang bersarang di Pamekasan hanya sibuk pencitraan dan hanya berani kepada pedagang kecil di toko-toko kelontong.

Atas kondisi itu, Ahmadi, seorang pemerhati rokok ilegal di Madura mendesak Menkeu Purbaya segera turun tangan menindak para mafia yang terlibat rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan. Seperti bos rokok ilegal merk “Be Fly Bold” yang seakan merasa kebal hukum.

“Harapan satu-satunya yang berani menindak para pelaku yang terlibat rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan seperti bos rokok merk “Be Fly Bold” ada di Pak Menkeu Purbaya. Jadi sudah saatnya Pak Menkeu Purbaya turun tangan ke Kabupaten Pamekasan,” desaknya.

Sebelumnya diberitakan, rokok ilegal “Be Fly Bold” ditengarai diproduksi secara sembunyi-sembunyi di salah satu wilayah pedesaan selatan Pamekasan. Aktivitasnya disebut sudah berjalan lama. Anehnya hingga kini oleh Bea Cukai Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan seakan dibiarkan.

“Semua orang di sekitar tahu siapa di baliknya. Katanya yang punya orang dewan, inisial SA,” ungkap warga, salah satu sumber terpercaya.

Rokok “Be Fly Bold” kini beredar luas di pasar tradisional, warung, hingga toko kelontong. Rokok tersebut beredar luas tanpa pita cukai yang dijual seharga Rp10 ribu – Rp13 ribu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bakal membasmi para cukong rokok ilegal. Hal ini menyusul banyaknya laporan dan keluhan dari masyarakat yang masuk melalui kanal Lapor Pak Purbaya yang dirilis beberapa waktu lalu. Keluhan itu menyoroti penindakan rokok ilegal yang hanya menyasar di warung kecil. Sementara suppliernya dibiarkan.

Menkeu Purbaya menegaskan telah membentuk tim untuk menelusuri. Menteri Pengganti Sri Mulyani itu juga menegaskan tak gentar meski ada pihak yang membekingi distribusi rokok ilegal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan bakal melakukan bersih-bersih di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terhadap oknum yang meloloskan barang ilegal.

“Kalau riil sektor dijaga, barang-barang selundupan saya tutup, yang suka main selundupan saya tangkap. Sebentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya tidak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya, Presiden. Presiden itu paling tinggi, kan, di sini,” terang Menkeu Purbaya.

Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani itu juga menegaskan, pembersihan mafia barang selundupan akan dimulai dari produk rokok, tekstil, produk baja, dan seterusnya. “Saya akan kejar satu per satu,” tegas Menkeu Purbaya.

Menkeu Purbaya mengungkapkan, telah memanggil pegawai Ditjen Bea Cukai dan menerima informasi bahwa ada oknum yang ikut melindungi keluar-masuknya barang-barang selundupan. “Dirjen Bea Cukai saya kan (Jenderal) bintang tiga, kalau bintang empat (backing), kita lapor ke Presiden,” jelasnya.

Sementara Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan hingga kini masih saja memilih “diam” dan seakan sengaja membiarkan para mafia rokok ilegal yang bersarang di wilayah hukumnya seperti di Kabupaten Pamekasan. (ily/red)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600
IMG-20260320-WA0006