PASANG IKLANMU DISINI

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ingin Egsol Jadi Pelopor Pelestari Budaya

Pada
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ingin Egsol Jadi Pelopor Pelestari Budaya
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Gebyar anniversary Evergreen Songs Lover (Egsol) ke-5 yang dikemas Silaturahmi bersama Bupati Sumenep berlangsung khidmat di Taman Andhep Ashor Keraton Sumenep.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD Sumenep, Kadisbudporapar, Kadiskominfo, dan para anggota Engsol.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ingin Egsol Jadi Pelopor Pelestari Budaya

Seperti biasa, sebagai pembuka acara Anniversary Egsol ke-5, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan santunan kepada puluhan anak yatim seraya diiringi lagu sholawatan.

Kemudian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan pemotongan tumpeng bersama Forkopimda dan ketua Engsol H.M. Kusnadi, S.H., M.H ( Mantan Kajari Majeni, Sulawesi Barat).

Pada kesempatan itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyanyikan 3 tembang karyanya sendiri berjudul manusia biasa, tanda tanya serta lagu sensasional yang ditonton jutaan orang di youtub yakni lagu mencintai tanpa dicintai.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan apresiasi sekaligus ucapan selamat anniversary kepada Evergreen Songs Lover (Egsol).

“Komunitas Egsol merupakan wadah pecinta tembang kenangan yang selama 5 tahun menguatkan komitmen, kebersamaan dan solidaritas. Selamat anniversary yang ke-5, semoga semakin termotivasi untuk meningkatkan tali silaturahmi,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menurutnya, salah satu alasan yang membuat lagu kenangan begitu melekat dalam ingatan pecintanya adalah mengutamakan kualitas suara dan alunan musiknya sangat menenangkan.

“Melalui momen yang baik ini, saya mengajak Egsol menjadi pelopor untuk memformulasikan semangat bergotong-royong dengan semangat kebudayaan,” ajak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Ketua Egsol H.M. Kusnadi, S.H., M.H mengaku bersyukur, selama 5 tahun berhimpun dalam wadah paguyuban Engsol, anggotanya tetap kompak dan penuh kekeluargaan.

“Paguyuban nyanyi lagu nostalgia ini merupakan forum silaturahmi antar sesama pecinta tembang kenangan,” terang Kusnadi.

IMG-20260603-WA0011

Bacaan Lainnya

Perusahaan Rokok DRT The Big Family Komitmen Dukung Kreativitas Anak Muda Lewat Madura Fest 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perhelatan Madura Fest 2026...

Festival Mancing Kedatim 2026 Meriah, Angkat Pesona Wisata Bahari Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Mancing Kedatim 2026...

Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal, Festival Mancing Kedatim Sumenep 2026 Siap Digelar

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui...

Madura Batik Festival Sumenep Jadi Wadah Pelestarian Budaya Batik bagi Generasi Muda

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rangkaian kegiatan Madura Batik...

Lomba Bakar Ikan di Festival Budaya Masalembu 2026 Sukses Digelar dengan Disambut Antusias

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana meriah menyelimuti panggung...

Gunakan Baju Adat, Festival Bakar Ikan Ala Masalembu di Festival Budaya 2026 Berlangsung Unik dan Menarik

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana unik dan penuh...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *