PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Guru Sertifikasi Dijadikan Ajang Bisnis Berkedok Pelatihan Terbongkar, Kepala Kemenag Sumenep Mendadak Menghilang

Pada
KOLASE FOTO. Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Edi Hariyanto
KOLASE FOTO. Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Edi Hariyanto
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mendadak menghilang dari kantornya usai terbongkar, viral Guru Sertifikasi yang ada di lingkungannya dijadikan ajang bisnis mencari cuan berkedok pelatihan. Kamis (27/11/2025).

Saat Jurnalis Indonesia hendak menemui Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, seorang staf di ruangannya menyebut Kepala Kemenag Sumenep tidak ada di kantor, dinas diluar.

Sementara di papan nama, Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, terpampang ada. Celakanya saat disinggung kepada staf tersebut, tiba-tiba langsung diganti.

Kompaknya lagi, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep, Edi Hariyanto, disebutkan juga tidak ada di kantor. Padahal di papan nama terpampang jelas kalau ada.

Atas kondisi ini, semakin menguatkan dugaan keterlibatan dalam skandal Guru Sertifikasi di Kemenag Sumenep yang dijadikan ajang bisnis mencari cuan berkedok pelatihan.

Sebelumnya diberitakan, Guru Sertifikasi di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dijadikan ajang bisnis mencari cuan berkedok pelatihan kembali terungkap. Ternyata pada bulan April tahun 2025 ini juga dipungut biaya yang lebih besar.

“Sebelumnya, ada pendidikan dan pelatihan yang lebih besar nominalnya dan lebih banyak pesertanya. Tembus Rp150 per orang,” beber sumber.

Sumber membeberkan, sasarannya itu Guru Sertifikasi, Guru RA, Guru ASN dan Kepala Sekolah sebanyak 305 orang.

“Kalau dijumlahkan untuk uang yang dipungut itu mencapai Rp.45.750.000,” lanjutnya.

Lokasinya kata sumber tetap sama di Yayasan Tanwirul Hija Desa Cangkreng.

Dan berlanjut pada bulan November ini. Sumber Jurnalis Indonesia mengatakan, bahwa seorang peserta membeberkan terkait pelatihan guru sertifikasi yang dipungut biaya Rp75 ribu per orang. Padahal menurutnya regulasinya melarang dengan jelas.

“Pelatihan guru sertifikasi seharusnya dilakukan secara gratis dan profesional, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Guru berhak mendapatkan pelatihan yang berkualitas tanpa beban biaya yang tidak seharusnya,” ungkapnya. (ily/red)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Dialog Keummatan LDK Unija Ajak Mahasiswa Jadi Penyejuk di Tengah Perbedaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

Bupati Sumenep Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SMP 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Dari Kepulauan Terluar, SMAN 1 Masalembu Siap Berprestasi di Bawah Kepemimpinan Baru Achmad Wadih

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Achmad Wadih, resmi dilantik...

Di Konkerkab PGRI Sumenep, Sekda Agus Dwi Saputra Dorong Lahirnya Program Inovatif Dunia Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab)...

Sekda Agus Dwi Saputra Dorong PGRI Sumenep Perkuat Profesionalisme dan Integritas Guru

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak...

Dari Panggung Seni ke Pembentukan Karakter, SMAN 1 Ambunten Tuai Apresiasi Kacabdin

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMAN 1 Ambunten, Kabupaten...

IMG-20260320-WA0006