PASANG IKLANMU DISINI

Heri Warga Desa Pakembaran Temukan Peluang Ekonomi dari Telur Asin Berkualitas

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Keputusan berani diambil Heri, warga Desa Pakembaran, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Ia memilih berhenti dari aktivitasnya sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kini fokus menekuni usaha rumahan produksi telur asin.

Usaha yang dijalankan secara mandiri dari rumahnya itu kini menjadi sumber penghasilan utama bagi Heri dan keluarganya. Setiap hari, warga RT 03 RW 01 Desa Pakembaran tersebut disibukkan dengan aktivitas mengolah telur bebek menjadi telur asin.

IMG-20260617-WA0002

Berbekal pengalaman di lapangan, Heri berupaya menghadirkan produk telur asin yang berbeda dari yang lain. Telur asin buatannya dikenal memiliki cita rasa yang tidak terlalu asin, dengan tekstur kuning telur yang lembut. Hal itu membuat telur asin produksinya tidak hanya nikmat dijadikan lauk makan, tetapi juga cocok disajikan sebagai teman ngopi katanya dihadapan awak media Jumat , 14/11/2025.

Ia menuturkan, usaha telur asin yang digelutinya saat ini berawal dari skala kecil. “Dulu saya mulai hanya dari 100 butir telur saja,” kisahnya. Seiring waktu, permintaan konsumen terus meningkat. Kini, produksi telur asin Heri sudah mencapai ribuan butir setiap bulan.

Proses pembuatan telur asin dilakukan secara tradisional. Dimulai dari pencucian telur, kemudian perendaman dengan adonan lumpur bata merah, dilanjutkan dengan proses penyimpanan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu telur dibersihkan hingga beberapa kali sebelum akhirnya dikukus hingga matang.

Menurut Heri, salah satu keunggulan produknya adalah ketahanan telur asin yang bisa cukup lama. Dengan proses pengolahan yang tepat, telur asin produksinya dapat bertahan hingga sekitar satu tahun dalam kondisi baik.

Meski demikian, ia tidak menampik masih ada kendala yang dihadapi, terutama terkait permodalan. Proses pembuatan telur asin membutuhkan waktu sekitar 13 hari hingga siap dijual, sehingga Heri membutuhkan modal yang cukup untuk menjaga kontinuitas produksi.

Salah satu pembeli, Imam, mengaku menyukai telur asin produksi Heri karena rasanya pas dan tidak terlalu asin. Selain itu, kualitas telur asin dinilai konsisten sehingga membuatnya menjadi langganan.

Melalui perubahan profesi ini, Heri membuktikan bahwa dengan kemauan dan ketekunan, usaha rumahan seperti produksi telur asin dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Ia berharap ke depan usahanya semakin berkembang dan dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. (roto)

Bacaan Lainnya

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah Bakal Unjuk Kreativitas Bertema Keraton Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ajang Madura Ethnic Carnival...

Bappenas Petakan Potensi Sumenep, Fokus Infrastruktur, Garam hingga Energi Kepulauan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan...

Bukan Sekadar Bisnis, Toko Emas Central 88 Pamekasan Dedikasikan Laba untuk Anak Yatim dan Dhuafa

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Aktivitas perdagangan emas di...

Swiss-Belinn Manyar Surabaya Hadirkan MAJESTIC Wedding Fair Perdana Libatkan Lebih dari 30 Vendor, Ini Tanggalnya

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Pasangan yang tengah mempersiapkan...

DRT The Big Family Sumenep Tunjukkan Kepedulian terhadap Seni Tradisional Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dukungan terhadap pelestarian seni...

HM Family Dukung Pelestarian Budaya Musik Tong-Tong se-Madura dengan Jadi Sponsor Sabda Alam Pamekasan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peran dunia usaha dalam...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *