PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Kepala Desa Bantarbolang menggelar pertemuan Penetapan AD-ART BUMDes “Sumber Rezeki” Desa Bantarbolang dan musyawarah desa penyertaan modal ketahanan pangan 2025.
Dalam acara pertemuan penetapan AD-ART BUMDes serta Musdes pernyataan modal ketahanan pangan Tahun 2025 dilakukan pada Selasa (18 -11-2025), pukul 13:00 Wib di Pendopo Balai Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang , Jawa Tengah.
Dengan dilaksanakannya MUSDES (Musyawarah Desa), yang di hadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, LPMD, RT RW, TP PKK, Pengurus BUMDes dan Pengawas, Tokoh Masyarakat, Babinsa dan Babin Kamtibmas.
Ketua BPD Akhmadi, S.Pd., M.Pd., mengharapkan dengan angaran yang besar mengajak dioptimalkan dengan misi meningkatkan perekonomian masyarakat dalam BUMDes Bantarbolang.
Kepala Desa, Dyah Angraeni, dalam kata sambutannya, menyampaikan pentingnya musyawarah desa, adalah untuk menampung usulan dari peserta rapat pada hari ini untuk dievaluasi bersama dalam program BUMDes mengacu pada ketahanan pangan.
Direktur BUMDes mengatakan, melalui koordinasi musyawarah bersama itu, demi majunya BUMDes “Sumber Rezeki” Desa Bantarbolang dengan mengacu pada usaha ayam petelur yang dialokasikan di tanah bengkok desa.
“Tempat yang akan dijadikan kandang ayam petelur, terletak di tanah bengkok di dusun Semiliran Desa Bantarbolang dengan harapan usaha yang kita sepakati pada hari ini bisa berjalan sukses, tanpa ada kendala,” tegas Dyah Angraeni, SE.
Diterangkan, BUMDes dengan modal awal 20% dari anggaran Dana Desa sebesar Rp334.194 juta akan dikelola bersama pengurus BUMDes dengan mengacu pada ketahanan pangan yakni Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perdagangan.
“Pengelolaan di bidang peternakan ayam petelur, kita juga memberi pelatihan kepada anak kandang, yang akan stand by dilokasi kandang, untuk pemeliharaan ayam petelur kurang lebih 700 bibit ayam petelur,” kata Zakaria, selaku kepala unit BUMDes Desa Bantarbolang.
Ke depan, dirinya akan selalu berkoodinasi dengan direktur BUMDes serta pengawas supaya usaha yang dikelola akan menuai harapan, sesuai dengan namanya BUMDes Sumber Rezeki.
Usaha ayam petelur yang jumlah induknya 700 ekor yang sudah siap bertelur dalam kurun waktu 17 hari. “Kalau sesuai dengan perhitungan kita BUMDes, bisa mencapai keuntungan yang cukup signifikan satu kali ayam panen produksi ayam petelur,” kata sang pendamping.
Harapannya, untuk program “BUMDes Sumber Rezeki” di Desa Bantarbolang, bisa berjalan sesuai harapan, serta untuk market akan serahkan di harga pasar untuk telurnya.
“Serta bisa memberikan potensi lapangan kerja untuk warga sekitar dan kita berdayakan lingkungan setempat serta di jadikan karyawan anak kandang,” ungkapnya. (rto)


