PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Semangat berbagi yang diusung Bani Insan Peduli (BIP) Foundation pada momentum Muharam 1448 Hijriah terus berlanjut tanpa henti. Setelah menggelar santunan akbar bagi ribuan anak yatim dan kaum dhuafa di Rumah Induk BIP Foundation, Kabupaten Sumenep, lembaga sosial tersebut kembali mengadakan kegiatan kemanusiaan dengan menyapa warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, Sabtu (20/6/2026).
Dalam waktu yang berdekatan, BIP Foundation berhasil menjangkau berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, hingga warga binaan pemasyarakatan. Konsistensi tersebut membuat BIP semakin dikenal sebagai salah satu gerakan sosial yang aktif dan memiliki jangkauan luas di Jawa Timur.
Sehari sebelumnya, ribuan anak yatim dari berbagai daerah memadati Rumah Induk BIP Foundation untuk mengikuti kegiatan Doa Bersama Muharam 1448 Hijriah. Suasana penuh haru menyelimuti acara ketika santunan diserahkan kepada para peserta yang hadir. Doa-doa yang dipanjatkan, tangis haru, serta kebahagiaan anak-anak yatim menjadi gambaran nyata dari kepedulian yang dibangun BIP Foundation.
Dalam kesempatan tersebut, Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, mengajak masyarakat untuk semakin memperhatikan dan memuliakan anak yatim sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.
Ia menegaskan bahwa mencintai dan menyayangi anak yatim merupakan salah satu jalan untuk memperoleh kedekatan dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak.
Keesokan harinya, kegiatan sosial kembali dilanjutkan. Kali ini, BIP Foundation menggelar doa bersama, tausiah, serta santunan bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Pamekasan. Melalui kegiatan tersebut, BIP berupaya menghadirkan motivasi dan harapan baru bagi mereka yang tengah menjalani proses pembinaan.
Menurut Ali Zainal Abidin, warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk menata masa depan yang lebih baik.
Komitmen kemanusiaan BIP Foundation sejatinya tidak hanya hadir pada momentum Muharam. Sebelumnya, melalui program BIP Tour Jatim yang berlangsung di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, lembaga tersebut menyalurkan bantuan dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar.
Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh H. Ali Zainal Abidin tersebut, bantuan yang diberikan mencakup pembangunan masjid senilai Rp1 miliar, satu unit ambulans, dua ekor sapi, serta dukungan untuk penyelesaian pembelian aset tanah yayasan yang digunakan sebagai tempat pembinaan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kehadiran rombongan BIP Foundation disambut hangat oleh pimpinan yayasan, IPDA Purnomo, para pengurus, serta para pasien. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika relawan, pengurus, dan pasien berinteraksi tanpa sekat melalui berbagai kegiatan bersama.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah pemberian uang saku sebesar Rp2 juta bagi setiap pasien ODGJ yang dinyatakan sembuh. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mereka saat kembali ke tengah keluarga dan lingkungan sosial.
Sejak berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation terus menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan. Kegiatannya meliputi santunan bagi anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, dukungan untuk penyandang disabilitas, program bedah rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, Live Sedekah Online, pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani, khitan gratis, pembagian perlengkapan sekolah, hingga berbagai aksi sosial di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa seluruh program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kepedulian terhadap kelompok rentan seperti anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia, warga binaan pemasyarakatan, serta masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Melalui berbagai kegiatan yang menjangkau banyak kalangan, mulai dari anak yatim di Sumenep, warga binaan di Pamekasan, hingga pasien ODGJ di Lamongan, BIP Foundation terus menegaskan pesan bahwa nilai kemanusiaan harus hadir untuk semua tanpa membedakan latar belakang, serta tidak boleh ada seorang pun yang merasa sendirian dalam menghadapi kehidupan.

Tidak ada Respon