SAMPANG (JURNALIS INDONESIA) – Kualitas proyek peningkatan Jalan Labuhan–Sreseh di Kabupaten Sampang kembali dipertanyakan. Pekerjaan yang menghabiskan anggaran hampir Rp2 miliar dan selesai sekitar dua bulan yang lalu itu kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, Kamis (20/11/2025).
Informasi yang tertulis pada papan proyek menyebutkan bahwa kegiatan peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak Rp1.984.717.000, bersumber dari APBD 2025. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang dengan nomor kontrak 01.32/09.02/KONTRAK/434.207/VII/2025.
Alih-alih memberi manfaat berupa akses transportasi yang lebih baik, kondisi jalan justru telah ditemukan mengalami retakan memanjang di beberapa titik. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan biaya yang digelontorkan.
Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan adanya dugaan pelanggaran teknis. Selama proses pembangunan, besi wiremesh tampak ditempatkan di bagian dasar, bukan berada di tengah ketebalan beton seperti yang seharusnya. Padahal, posisi wiremesh sangat menentukan daya tahan dan kekuatan cor beton agar tidak mudah retak.
Seorang warga sekitar membenarkan bahwa proyek tersebut masih sangat baru.
“Proyek ini baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan, mas. Tapi sudah banyak yang retak,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Sampang, Amirul Kusnan, belum memberikan respons meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Sikap bungkam pihak terkait menambah tanda tanya masyarakat mengenai pengawasan, kualitas material yang digunakan, hingga kemungkinan pengerjaan yang terkesan asal-asalan demi mengejar waktu penyelesaian proyek. (sid)


