Menu

Mode Gelap
Unitomo dan Pemprov Jatim Gelar FGD Keterlibatan PT untuk SDM Unggul Menuju Gerbang Baru Nusantara JSI Kobarkan Semangat Jurnalisme “Ihdinas Sirotal Mustaqim” Viral, Bukannya Ditangkap, Diduga Bos Rokok Ilegal Marbol Pamekasan Kendarai Mobil Mewah Malah Dikawal Polisi JSI Berkunjung ke Migas Corner ITS Perkuat Edukasi Hulu Migas, SKK Migas Sambut Baik dan Apresiasi Semarakkan Malam Natal, Swiss-Belinn Manyar Surabaya Bakal Hadirkan Acara Spesial Celebrate Christmas Harmony

EKONOMI · 14 Sep 2023 22:15 WIB

Pemkab Sumenep Melalui TPID Bersinergi Kendalikan Inflasi


 Pemkab Sumenep Melalui TPID Bersinergi Kendalikan Inflasi. (foto/ist) Perbesar

Pemkab Sumenep Melalui TPID Bersinergi Kendalikan Inflasi. (foto/ist)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bersinergi melakukan koordinasi untuk pengendalian inflasi di ujung timur pulau Garam Madura.

Seperti berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan, Perbankan, BUMD, dan Bulog Subdivre Madura.

“Ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep,” terang Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, saat rapat koordinasi di kantor bupati.

Dadang memaparkan, inflasi merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang dapat berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi.

“Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan daya beli masyarakat menurun, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Sehingga melalui rapat koordinasi itu dihasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya, pertama pemerintah daerah melalui TPID dan Tim Satgas Pangan akan bekerja sama dengan Bulog Subdivre Madura dalam menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan (BCP) kepada Keluarga Rentan Stunting (KRS) dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kedua, pemerintah daerah juga akan melibatkan perbankan dalam rangka pengendalian inflasi melalui program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan kepada Gapoktan,” terangnya.

Termasuk juga terus memperkuat sinergitas antara TPID, Tim Satgas Pangan, Bulog Subdivre Madura, perbankan dan BUMD harus mulai dibangun, sehingga dapat menekan laju inflasi, menanggulangi kemiskinan, dan pemerataan perkonomian kerakyatan di Kabupaten Sumenep.

“Kami berharap sinergitas ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan hasil yang optimal,” harapnya.

Dadang mengemukakan, pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengendalian inflasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengendalikan inflasi dengan mengurangi konsumsi barang dan jasa yang tidak perlu,” ajaknya. (*ji/ily)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Semarakkan Malam Natal, Swiss-Belinn Manyar Surabaya Bakal Hadirkan Acara Spesial Celebrate Christmas Harmony

8 Desember 2025 - 12:24 WIB

Swiss-Belinn Hotel di Manyar Surabaya Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Prima Bagi Seluruh Tamu

8 Desember 2025 - 11:41 WIB

Sulistiowati, Director of Sales and Marketing, saat menyambut tamu dengan ramah di ruang resepsionis

Dirikan Balai Ternak Baznas di Pemalang, Wabup: Kemiskinan Ekstrim Masih Tinggi

7 Desember 2025 - 13:49 WIB

Kadis Anwar Apresiasi Festival Pesisir 4 yang Diinsiasi SKK Migas

6 Desember 2025 - 16:32 WIB

Kadis Anwar Apresiasi Festival Pesisir 4 yang Diinsiasi SKK Migas

Berkat Inovasi DKPP, Sumenep Kembali Raih Dua Penghargaan dalam Sektor Pertanian

3 Desember 2025 - 14:24 WIB

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid (tengah) yang familiar disapa Kadis Inung bersama dua Ketua Poktan saat menerima penghargaan

Menjelang Peresmian City Walk Pemalang, PKL dan Parkir Ditertibkan

3 Desember 2025 - 13:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN