Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Pelaksanaan Revitalisasi SDN Pabian l Sumenep Bernilai Rp500 Juta Lebih Diduga Sarat Kejanggalan

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Revitalisasi SDN Pabian l Sumenep, Madura, Jawa Timur, bernilai Rp500 juta lebih diduga sarat kejanggalan.

Alih-alih membawa perbaikan, proyek bernilai Rp 584.245.089 dari APBN Tahun 2025 itu justru memunculkan dugaan kuat adanya intervensi pihak ketiga yang tidak tercantum dalam dokumen resmi.

IMG-20260619-WA0003

Hal itu diungkapkan Ali, salah satu pemerhati pendidikan di Sumenep, menyebut bahwa proyek yang seharusnya dikerjakan secara swakelola justru di lapangan diduga dikendalikan oleh pihak CV.

“Kalau revitalisasi diklaim swakelola, tapi kok masih ada orang-orang dari CV berkeliaran dan ikut mengerjakan? Bahkan di SDN Pabian 1 terlihat jelas pekerjaan dilakukan pihak CV,” tegas Ali, Selasa (25/11/2025).

Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan melalui Direktorat Sekolah Dasar dan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan harus berjalan sesuai juklak dan juknis, agar tidak menyimpang maupun membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

Ali menyayangkan sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang dinilai tidak transparan soal pola kerja revitalisasi sekolah.

Dirinya menegaskan bahwa publik berhak tahu apakah proyek tersebut benar-benar dikerjakan swakelola atau melibatkan perusahaan konstruksi.

“Ini anggaran APBN, masyarakat harus tahu. Kalau memang dikerjakan CV, sampaikan. Jangan mengaku swakelola, tapi pekerjaan ditangani pihak luar,” ujarnya.

Keanehan semakin kentara ketika papan informasi proyek tidak mencantumkan nama CV, namun di lapangan muncul pihak yang mengaku mewakili perusahaan.

“Iya di CV kan,” ucap Kepala Tukang, saat ditanya dilokasi.

Kalaupun swakelola, lanjut Ali, seharusnya melalui musyawarah lingkungan bersama masyarakat setempat, tapi ini bin salabin langsung ada pekerjaan di sekolah tersebut.

Dalam konferensi di ruang Kepala Sekolah SDN Pabian 1, Kepala Sekolah Rike Purnama Sari menegaskan tidak ada pihak CV yang mengerjakan proyek tersebut.

“Semua murni swakelola. Tidak ada CV mana pun yang mengerjakan,” ujarnya.

Namun bantahan itu justru bertolak belakang dengan temuan di lapangan serta pengakuan beberapa pihak yang menyebut pengerjaan dilakukan oleh tenaga dari sebuah CV.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya, mengatakan revitalisasi swakelola dengan tandatangan perjanjian antara kepala sekolah dengan unsur Kemendikdasmen.

“Konsultan perorangan yang merencanakan dan mengawasi. Dinas Pendidikan sebagai penerima manfaat dan membantu evaluasi. Sama halnya dengan lembaga jenjang lainnya, TK, SD, SMP, SMA,” katanya, selasa (25/11/2025).

Kian bertumpuknya temuan dan silang pernyataan membuat publik mendesak adanya audit menyeluruh terhadap program revitalisasi sekolah di Sumenep.

“Pengelolaan APBN wajib terbuka, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak tak bertanggung jawab,” pungkas Ali.

IMG-20260618-WA0007

Bacaan Lainnya

UGM Terjunkan Mahasiswa KKN di Pemalang, Usung 150 Program Inovasi Berbasis Potensi Desa

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Universitas Gadjah Mada (UGM)...

Di Bawah Kepemimpinan Rafiudin, SMAN 1 Ambunten Kembali Torehkan Prestasi di O2SN

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMA Negeri 1 Ambunten...

Penuh Haru dan Kebanggaan, SDN Barkot 3 Gelar Tasyakuran Kelulusan dan Umumkan Hasil TKA 2026

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Suasana haru dan kebahagiaan...

Kunjungi Sekolah di Dungkek, Kadisdik Sumenep Serap Aspirasi dan Bangun Semangat Insan Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen untuk meningkatkan kualitas...

Disdik Sumenep dan DPKS Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Menulis Guru

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Upaya meningkatkan kualitas literasi...

SMAN 1 Ambunten Ukir Prestasi, Sabet Gelar Juara Sepak Bola Antar Pelajar Askab PSSI Sumenep 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tim sepak bola SMAN...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *