PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Pelaksanaan Revitalisasi SDN Pabian l Sumenep Bernilai Rp500 Juta Lebih Diduga Sarat Kejanggalan

Pada
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pelaksanaan Revitalisasi SDN Pabian l Sumenep, Madura, Jawa Timur, bernilai Rp500 juta lebih diduga sarat kejanggalan.

Alih-alih membawa perbaikan, proyek bernilai Rp 584.245.089 dari APBN Tahun 2025 itu justru memunculkan dugaan kuat adanya intervensi pihak ketiga yang tidak tercantum dalam dokumen resmi.

Hal itu diungkapkan Ali, salah satu pemerhati pendidikan di Sumenep, menyebut bahwa proyek yang seharusnya dikerjakan secara swakelola justru di lapangan diduga dikendalikan oleh pihak CV.

“Kalau revitalisasi diklaim swakelola, tapi kok masih ada orang-orang dari CV berkeliaran dan ikut mengerjakan? Bahkan di SDN Pabian 1 terlihat jelas pekerjaan dilakukan pihak CV,” tegas Ali, Selasa (25/11/2025).

Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan melalui Direktorat Sekolah Dasar dan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan harus berjalan sesuai juklak dan juknis, agar tidak menyimpang maupun membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

Ali menyayangkan sikap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang dinilai tidak transparan soal pola kerja revitalisasi sekolah.

Dirinya menegaskan bahwa publik berhak tahu apakah proyek tersebut benar-benar dikerjakan swakelola atau melibatkan perusahaan konstruksi.

“Ini anggaran APBN, masyarakat harus tahu. Kalau memang dikerjakan CV, sampaikan. Jangan mengaku swakelola, tapi pekerjaan ditangani pihak luar,” ujarnya.

Keanehan semakin kentara ketika papan informasi proyek tidak mencantumkan nama CV, namun di lapangan muncul pihak yang mengaku mewakili perusahaan.

“Iya di CV kan,” ucap Kepala Tukang, saat ditanya dilokasi.

Kalaupun swakelola, lanjut Ali, seharusnya melalui musyawarah lingkungan bersama masyarakat setempat, tapi ini bin salabin langsung ada pekerjaan di sekolah tersebut.

Dalam konferensi di ruang Kepala Sekolah SDN Pabian 1, Kepala Sekolah Rike Purnama Sari menegaskan tidak ada pihak CV yang mengerjakan proyek tersebut.

“Semua murni swakelola. Tidak ada CV mana pun yang mengerjakan,” ujarnya.

Namun bantahan itu justru bertolak belakang dengan temuan di lapangan serta pengakuan beberapa pihak yang menyebut pengerjaan dilakukan oleh tenaga dari sebuah CV.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya, mengatakan revitalisasi swakelola dengan tandatangan perjanjian antara kepala sekolah dengan unsur Kemendikdasmen.

“Konsultan perorangan yang merencanakan dan mengawasi. Dinas Pendidikan sebagai penerima manfaat dan membantu evaluasi. Sama halnya dengan lembaga jenjang lainnya, TK, SD, SMP, SMA,” katanya, selasa (25/11/2025).

Kian bertumpuknya temuan dan silang pernyataan membuat publik mendesak adanya audit menyeluruh terhadap program revitalisasi sekolah di Sumenep.

“Pengelolaan APBN wajib terbuka, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak tak bertanggung jawab,” pungkas Ali.

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Dialog Keummatan LDK Unija Ajak Mahasiswa Jadi Penyejuk di Tengah Perbedaan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)...

Bupati Sumenep Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SMP 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi...

Dari Kepulauan Terluar, SMAN 1 Masalembu Siap Berprestasi di Bawah Kepemimpinan Baru Achmad Wadih

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Achmad Wadih, resmi dilantik...

Di Konkerkab PGRI Sumenep, Sekda Agus Dwi Saputra Dorong Lahirnya Program Inovatif Dunia Pendidikan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab)...

Sekda Agus Dwi Saputra Dorong PGRI Sumenep Perkuat Profesionalisme dan Integritas Guru

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak...

Dari Panggung Seni ke Pembentukan Karakter, SMAN 1 Ambunten Tuai Apresiasi Kacabdin

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – SMAN 1 Ambunten, Kabupaten...

IMG-20260320-WA0006