JURNALIS INDONESIA – Kisah Kusriyati (65), seorang juru parkir lansia di Brebes, Jawa Tengah, menjadi perhatian setelah keberaniannya menggagalkan aksi pencurian uang senilai Rp3,6 miliar. Di tengah keterbatasan ekonomi dan usia yang tidak lagi muda, Kusriyati menunjukkan kepedulian serta keberanian luar biasa yang patut menjadi teladan bagi masyarakat.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (15/6/2026) itu bermula saat Kusriyati melihat seseorang memecahkan kaca sebuah mobil Pajero Sport dan mengambil bungkusan berisi uang. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan tersebut membuat pelaku panik sehingga gagal membawa kabur seluruh uang yang menjadi sasaran pencurian.
Aksi spontan itu membuktikan bahwa kejujuran dan keberanian tidak mengenal usia maupun status sosial. Di saat sebagian orang mungkin memilih diam karena takut terlibat masalah, Kusriyati justru mengambil risiko demi menyelamatkan harta orang lain yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Namun, yang menjadi perhatian adalah bentuk apresiasi yang diterima Kusriyati. Setelah membantu menggagalkan pencurian besar tersebut, ia mengaku hanya menerima uang terima kasih sebesar Rp100 ribu dari pemilik uang. Bahkan, uang itu masih dibaginya kepada rekan sesama tukang parkir dan seorang tukang ojek yang turut membantu, sehingga masing-masing hanya menerima sekitar Rp25 ribu.
Kondisi ini memunculkan beragam respons dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa keberanian dan kejujuran seperti yang ditunjukkan Kusriyati layak mendapatkan penghargaan yang lebih besar, bukan semata-mata dari sisi nominal, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai moral yang mulai langka di tengah kehidupan modern.
Melihat hal tersebut, Founder Bani Insan Peduli (BIP) turut memberikan perhatian. Melalui ajakan untuk memviralkan kisah Kusriyati, BIP berharap sosok lansia sederhana itu dapat ditemukan dan diberikan apresiasi yang lebih layak. Bahkan, BIP menyiapkan hadiah bagi siapa saja yang berhasil membantu menemukan keberadaan Kusriyati agar penghargaan tersebut dapat disalurkan secara langsung.
“Viralkan. Dapatkan hadiah dari BIP bagi yang menemukan nenek ini,” tulis Ali Zainal Abidin, Founder BIP di media sosialnya, Rabu (17/6/2026).
Langkah ini bukan sekadar bentuk bantuan, melainkan juga upaya menumbuhkan budaya menghargai kejujuran dan kepedulian sosial. Ketika masyarakat memberikan apresiasi kepada orang-orang yang berbuat baik, maka akan semakin banyak yang terdorong melakukan hal serupa.
Kisah Kusriyati menjadi pengingat bahwa pahlawan tidak selalu hadir dalam seragam atau jabatan tertentu. Kadang, mereka adalah orang-orang sederhana yang bekerja di pinggir jalan, namun memiliki keberanian dan integritas luar biasa. Apa yang dilakukan Kusriyati telah menyelamatkan uang miliaran rupiah dan menjadi contoh nyata bahwa nilai kejujuran masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Kini sosok Kusriyati sedang dicari untuk diberikan hadiah dari Bani Insan Peduli (BIP).

Tidak ada Respon