SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, terus mengintensifkan edukasi kepada petani di wilayahnya terkait penerapan teknik perempelan pada tanaman jagung hibrida sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Sabtu (24/1).
Melalui media edukasi visual, PPL Batuputih menjelaskan bahwa perempelan merupakan teknik pemangkasan daun-daun bagian bawah yang tidak produktif, khususnya daun yang berada di bawah tongkol jagung. Teknik ini dinilai penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal.
Penyuluh Pertanian BPP Batuputih, Zainur Rahman, S.T.P, menyampaikan bahwa perempelan memiliki sejumlah manfaat signifikan bagi tanaman jagung hibrida. Di antaranya adalah meningkatkan sirkulasi udara sehingga kondisi lahan dan tanaman tidak lembab, serta mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
“Dengan perempelan, distribusi hasil fotosintesis dapat lebih efisien langsung ke tongkol. Hal ini membuat pengisian biji menjadi lebih optimal karena daun-daun tua tidak lagi ‘mencuri’ nutrisi,” jelas Zainur Rahman.
Selain itu, teknik ini juga mempermudah perawatan tanaman dan proses panen, mengurangi risiko tanaman roboh (lodging), serta daun hasil perempelan masih dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Penyuluh yang gemar turun langsung kepada petani di wilayahnya ini menambahkan, waktu yang tepat untuk melakukan perempelan adalah saat tanaman jagung hibrida mulai memasuki fase pengerasan biji, yakni sekitar 75 Hari Setelah Tanam (HST) ke atas, dengan ketentuan menyisakan satu helai daun di bawah tongkol.
Melalui edukasi ini, diharapkan para petani di wilayah binaannya kini dapat menerapkan teknik perempelan secara tepat dan benar, sehingga produktivitas jagung hibrida meningkat dan pendapatan petani semakin optimal.


