PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Pasca Diberitakan Bertubi-tubi, Jalan Pelabuhan Masalembu yang Mengancam Nyawa Mulai Dapat Atensi Dishub Jatim

Pada
Potret pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemprov Jatim yang dibiarkan rusak parah mengancam nyawa
Potret pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemprov Jatim yang dibiarkan rusak parah mengancam nyawa
A-AA+A++

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Setelah diberitakan bertubi-tubi dan viral, Jalan Pelabuhan Masalembu yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dibiarkan rusak parah mengancam nyawa keselamatan masyarakat di kepulauan itu mulai dapat atensi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Jumat (27/3/2026).

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kerja Masalembu, Fikri Haikal, kepada Jurnalis Indonesia via selulernya.

“Barusan kami dimintain video causeway langsung dari kepala dinas, mudah-mudahan dengan adanya atensi dari masyarakat Masalembu, pelabuhan di Masalembu segera bisa dibenahi,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi itu, Warga Kepulauan Masalembu menegaskan bakal terus mengawal dan memviralkan kondisi jalan Pelabuhan Masalembu yang kini dikelola oleh Pemprov Jatim itu sampai benar-benar diperbaiki.

“Kami akan terus mengawal sampai jalan Pelabuhan Masalembu yang mengancam keselamatan masyarakat itu benar-benar diperbaiki. Semoga saja Pemprov Jatim tidak hanya lipstik, omong kosong,” tegas Hasan.

Sebelumnya diberitakan Jurnalis Indonesia, lantaran diberitakan bertubi-tubi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa pun meradang disebut tak becus mengelola pelabuhan Masalembu yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dibiarkan rusak tanpa perbaikan yang mengancam nyawa.

Hal itu ditunjukkan oleh Gubernur Khofifah saat merespon berita yang tayang di Jurnalis Indonesia dengan judul “Pemprov Jatim Tak Becus Kelola Pelabuhan Masalembu dengan Dibiarkan Rusak, Masyarakat Desak Dikembalikan ke UPP” yang dikirimkan melalui perpesan WhatsApp, Jumat (27/3/2026).

“Anda nggak lihat ya mudik dan balik gratis Jangkar Raas dan Jangkar Sepudi. Ada baiknya anda membaca, melihat, upaya Pemprov untuk membantu masyarakat kepulauan,” tulis Gubernur Khofifah via perpesan WhatsApp kepada Jurnalis Indonesia.

Namun saat disinggung ihwal kondisi pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemprov Jatim yang hingga kini tidak terurus dibiarkan rusak parah mengancam keselamatan, Gubernur Khofifah justru kembali memilih diam tutup mulut enggan memberikan tanggapan.

Kondisi inilah yang memicu desakan agar segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan pelabuhan di wilayah kepulauan Masalembu itu. Selain itu, menyangkut kenyamanan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses transportasi laut.

Masyarakat Kepulauan Masalembu menyuarakan keinginan agar pengelolaan Pelabuhan Masalembu dikembalikan kepada pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) setempat. Hal ini menyusul kondisi pelabuhan Masalembu yang semakin tidak terurus sejak berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga kini.

Saat ini diketahui, sepanjang jalan Pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibiarkan rusak parah mengancam keselamatan masyarakat setempat. Jalan pelabuhan berlubang, penuh genangan air ketika hujan ditambah lampu penerangan minim saat malam hari. Kondisi jalan Pelabuhan Masalembu sangat tidak aman dilewati dan sudah banyak memakan korban pengguna sepeda motor yang terjatuh. Beruntung saja masih belum memakan korban jiwa.

“Jika tidak segera ditangani, kondisi Pelabuhan Masalembu dikhawatirkan akan terus memburuk dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Untuk itu jika terus dibiarkan tidak diurus oleh Pemprov Jatim, alangkah baiknya pengelolaan Pelabuhan Masalembu dikembalikan saja ke yang awal dikelola oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor UPP Kelas III Masalembu,” desak warga Masalembu, Hasan.

Karena menilai, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor UPP Kelas III Masalembu sudah membuktikan kinerjanya dalam pengelolaan pelabuhan seperti yang di Keramaian.

“Coba lihat dan bandingkan, pelabuhan Keramaian yang dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor UPP Kelas III Masalembu sangat terawat dan bagus. Sementara pelabuhan Masalembu yang dikelola oleh Pemprov Jatim malah sebaliknya hancur dibiarkan membahayakan hingga saat ini,” ungkapnya.

Jurnalis Indonesia juga bakal terus memantau kondisi jalan Pelabuhan Masalembu sampai benar-benar diperbaiki. Karena jika tidak segera diperbaiki, kondisi jalan Pelabuhan Masalembu bakal terus memburuk dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. (ily)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

May Day 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi Dorong Kebijakan Ketenagakerjaan yang Berkeadilan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Momentum Hari Buruh Internasional...

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Evaluasi LKPJ 2025, Pansus DPRD Sumenep Tekankan Pemerataan Pembangunan Diperkuat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD...

Sosialisasi Reforma Agraria di Desa Bantarbolang, Warga Sambut Gembira Kepastian Status Lahan

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah melalui Badan Pertanahan...

Pemkab Sumenep Melalui DKPP Kembali Ajukan Program Oplah 2026 untuk Tingkatkan Produksi Padi

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Masyarakat Kepulauan Karamian Sampaikan Terimakasih kepada Bupati dan Disdukcapil Sumenep: Perekaman E-KTP Bisa di Masalembu

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Masyarakat Kepulauan Karamian, Kecamatan...

IMG-20260320-WA0006