SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan di Puskesmas Pandian pada Senin (20/04/2026). Dalam kegiatan tersebut, tim dari Dinkes P2KB melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari administrasi, kinerja tenaga kesehatan, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Proses monev berlangsung dinamis dan interaktif. Para petugas puskesmas tampak aktif berdiskusi dengan tim evaluator, khususnya terkait kendala yang dihadapi di lapangan serta upaya peningkatan kualitas layanan.
Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga standar pelayanan kesehatan.
“Monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan pelayanan di puskesmas berjalan sesuai standar dan terus mengalami perbaikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pada monev kali ini pihaknya memberi perhatian khusus pada capaian program imunisasi. Hal tersebut mencakup identifikasi kendala di lapangan serta penyusunan solusi yang tepat.
“Kami fokus pada capaian imunisasi, hambatan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menekan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I),” jelasnya.
Menurutnya, proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Pemeriksaan diawali dari ketersediaan logistik hingga kesiapan tenaga pelaksana.
“Mulai dari stok vaksin dan spuit, kondisi suhu penyimpanan atau cold chain, kesiapan rantai dingin, SDM tenaga kesehatan, hingga jadwal pelaksanaan imunisasi, semuanya kami evaluasi,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Pandian yang dinilai cukup responsif dalam menjalankan tugas, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Kami melihat adanya komitmen yang baik dari tim di sini. Ke depan, tinggal dilakukan penguatan dari sisi manajemen maupun pelayanan,” tambahnya.
Kegiatan monev ini juga menjadi wadah evaluasi bersama antara Dinkes dan pihak puskesmas dalam merumuskan strategi peningkatan layanan, termasuk pemanfaatan teknologi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui langkah tersebut, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep semakin merata dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal, khususnya dalam menekan angka kasus PD3I melalui penguatan program imunisasi.


