PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen Bani Insan Peduli (BIP) dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial. Setelah menggelar santunan untuk ribuan anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep serta menyalurkan program kemanusiaan bernilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan, lembaga tersebut kembali mengadakan Khitanan Massal 1.000 Anak pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang masuk dalam rangkaian program Muharram Berbagi 1448 Hijriah itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi hari, peserta bersama keluarga mereka berdatangan dari berbagai wilayah di Madura untuk mengikuti layanan khitan yang diberikan secara gratis.
Suasana penuh kegembiraan tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan. Bagi banyak keluarga, program tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Selain memperoleh layanan kesehatan yang aman dan nyaman, para orang tua juga tidak dibebani biaya pelaksanaan khitan.
Founder BIP, H. Ali Zainal Abidin, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan bentuk ikhtiar untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Fastabiqul khairat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Selama masih ada kesempatan untuk membantu sesama dan masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan terus hadir memberikan manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, bulan Muharram menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak amal kebajikan.
“Anak-anak adalah amanah yang harus dijaga. Mereka berhak mendapatkan perhatian, pelayanan terbaik, serta kasih sayang. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus bermanfaat bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Sebelumnya, BIP juga menggelar kegiatan doa bersama dan santunan bagi ribuan anak yatim serta kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari santunan, bantuan pendidikan, paket sembako hingga doa bersama yang berlangsung penuh haru.
Dalam kesempatan tersebut, Founder BIP, H. Ali Zainal Abidin, mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Jika ingin mendapatkan cinta Rasulullah SAW, maka cintailah anak-anak yatim. Muliakan mereka dan jangan biarkan mereka merasa sendiri,” pesannya.
Tidak lama setelah kegiatan tersebut, BIP kembali menjalankan aksi sosial di Lapas Kelas IIA Pamekasan. Selain memberikan motivasi kepada warga binaan, lembaga ini juga menyerahkan ribuan mushaf Al-Qur’an, bantuan sosial, 700 unit kasur, bantuan tunai, serta meluncurkan program pemberdayaan ekonomi melalui BIP Farm.
Program tersebut mencakup pengembangan peternakan ayam petelur hingga 10.000 ekor, pelatihan kewirausahaan, dan pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai persiapan ketika kembali ke tengah masyarakat. Total nilai bantuan dan program yang disalurkan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Bang Ali familiar disapa berharap berbagai program tersebut dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Kami berharap mereka mampu bangkit, meningkatkan kualitas diri, dan kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Selain di Madura, berbagai program sosial BIP Foundation juga telah menjangkau sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Melalui program BIP Tour Jatim, lembaga tersebut menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan yang meliputi pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak, dukungan aset yayasan, hingga program pemberdayaan bagi penyintas ODGJ yang telah pulih.
Sejak berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation terus menjalankan berbagai program kemanusiaan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, bantuan kebencanaan, bedah rumah, bantuan lansia dan disabilitas, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian dan peternakan.
Bagi Bang Ali, seluruh gerakan yang dilakukan berangkat dari keyakinan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan bantuan. Karena itu, selama masih ada masyarakat yang memerlukan uluran tangan, kami akan terus bergerak, berbagi, dan menebarkan harapan,” tegasnya.
Melalui Khitanan Massal 1.000 Anak ini, BIP Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam membangun gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan. Dari anak-anak yatim di Sumenep, warga binaan di Pamekasan, hingga seribu anak peserta khitanan massal, seluruhnya menjadi bagian dari semangat yang sama, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan.
Bagi Foundation BIP, meyakini bahwa setiap kebaikan akan melahirkan manfaat baru bagi sesama. Karena itu, nilai fastabiqul khairat terus dijadikan landasan dalam setiap langkah pengabdian yang dilakukan untuk masyarakat.

Tidak ada Respon