SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sepertinya menjadi satu-satunya kepala daerah di Madura Jawa Timur, yang bertabur penghargaan bergengsi di kancah nasional. Terkini, detikcom Award 2023 memberikan penghargaan kepada orang nomor satu di Kota Keris sebagai Tokoh Daerah Pelopor Penggunaan Kendaraan Listrik.
Dihimpun Jurnalis Indonesia, detikcom Awards merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada individu, merek, dan lembaga di Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. Melalui pencapaian yang menginspirasi, inovasi yang mencuat, transformasi dan adaptasi yang tercipta, serta perubahan positif yang terjadi.
detikcom Awards bukan sekadar acara penghargaan, tapi juga menjadi ajang untuk menginspirasi dan memberikan pengakuan kepada individu, merek, dan lembaga yang menjadi pionir dalam transformasi kemajuan Indonesia. detikcom Awards diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan menciptakan perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor di Indonesia.
Adapun proses penilaian setiap kategori detikcom Awards dilakukan dengan proses yang ketat dan transparan. Sejumlah kriteria menjadi pertimbangan dalam menentukan para penerima penghargaan, mulai inovasi, dampak, kualitas, relevansi, hingga keberlanjutan.
Proses penilaian dilakukan oleh Tim Komite Asesmen detikcom dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Melalui metode polling, survei, dan FGD, detikcom melibatkan 1.000 pembaca sebagai responden untuk mencari tokoh, merek, atau lembaga yang adaptif dan bertransformasi di era perubahan.
Alhasil, detikcom Award 2023 memberikan penghargaan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dengan kategori Tokoh Daerah Pelopor Penggunaan Kendaraan Listrik. Penghargaan diterima langsung oleh Cak Fauzi yang familiar disapa di The Westin Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).
Bupati Cak Fauzi tak menyangka upayanya dalam menerapkan kebijakan ramah lingkungan itu berbuah dapat meraih penghargaan detikcom Awards.
Bupati Sumenep mengaku kebijakan yang dijalankan itu diawali, dengan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
“Awalnya kan ada Perpres Nomor 55 Tahun 2019 dan pada saat tahun 2021 saya dilantik, saya berpikir Perpres ini pasti punya tujuan, ada keseriusan. Maka kami langsung menjadi yang pertama pelopor mobil dinas berbasis baterai tahun 2021,” terang Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo secara masif melakukan sosialisasi dengan menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebelum terjadinya polusi parah.
Tidak hanya sosialisasi. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo setelah satu tahun melakukan sosialisasi sebagai bentuk keseriusannya lalu ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 87 Tahun 2022.
“Peraturan tersebut mengatur kewajiban bagi seluruh motor dinas di Pemkab Sumenep untuk menggunakan sepeda motor berbasis baterai,” ungkap Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Alhasil, kebijakannya pun disambut antusias oleh masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura. Hingga saat ini, diketahui ada sekitar 2.000 kendaraan berbasis listrik yang digunakan masyarakat di Kota Keris. Untuk dilingkungan ASN sendiri, terdapat sekitaran 600 sepeda motor dinas yang digunakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Kurang lebih di angka 2.000-an untuk masyarakat umum. Kalau untuk ASN hitungan saya sejauh ini termasuk sepeda motor dinas kisaran 600-an,” papar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo memaparkan, bahwa kebijakan penggunaan kendaraan berbasis listrik tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinannya dalam upaya menjaga kondisi lingkungan.
Harapannya sebagai pencegah terjadinya tingkat keparahan polusi di Kabupaten Sumenep. Sekaligus upaya mencintai lingkungan sebelum terdesak polusi parah.
“Kita harus lebih cinta lingkungan jangan sampai menunggu lingkungan ini terdesak oleh polusi. Tapi kita lebih cinta dengan lingkungan, berbuat agar lingkungan kita menjadi lebih bersih,” pungkas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (*ji/ily)


