SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur kembali menggelar Pertemuan Kecamatan (PK) ll program Pengembangan Infrastruktur Sosial Wilayah (PISEW) tahun anggaran 2023 dan Serah Terima Hasil Kegiatan dari Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD) kepada pemerintah desa penerima kegiatan untuk 6 kecamatan di Kabupaten Sumenep yang meliputi Kalianget, Talango, Raas, Arjasa, Kangayan dan Sapeken di Balai Kecamatan Kalianget, Rabu, (18/10/2023).
Pertemuan Kecamatan II dan Serah Terima Hasil Kegiatan KKAD yang dipusatkan di Kecamatan Kalianget dihadiri Camat Kalianget Hakiki Maulana Firmansyah selaku tuan rumah. Hadir juga perwakilan dari BPPW, Asisten Tenaga Ahli Provinsi Jawa Timur, KKAD dan pemerintah desa sekaligus pendamping dari keenam kecamatan penerima kegiatan PISEW tahun anggaran 2023.

Camat Kalianget Hakiki Maulana Firmansyah menekankan, desa penerima program kegiatan PISEW tahun 2023 khususnya di wilayahnya tidak hanya antusias ketika diawal hendak mau menerima saja.
“Melainkan ketika sudah selesai pun juga harus antusias dan infrastruktur yang sudah dibangun dari program PISEW itu harus benar-benar juga diperhatikan agar bisa bermanfaat kepada masyarakat,” pintanya saat memberikan sambutan.
Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Teddy Kreswanto juga menekankan agar desa penerima kegiatan PISEW tahun 2023 di enam kecamatan itu supaya tidak hanya antusias diawal mau menerima program. Bagaimana jika sudah selesai juga harus menunjukkan antusiasnya.
“Termasuk keberadaan infrastruktur yang sudah dibangun melalui program PISEW itu dipelihara dengan baik supaya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Kalau seumpama terjadi kerusakan kami harapkan KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara) di desa itu dapat diaktifkan,” harapnya juga.
Menurutnya, program PISEW dari Kementerian PUPR melalui aspirasi anggota legislator DPR RI itu memiliki tujuan yang sangat mulia dalam rangka untuk memperlancar arus distribusi hasil pertanian, perkebunan di pedesaan.
“Harapannya dengan dibangunnya infrastruktur melalui program PISEW di pedesaan itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Asisten Tenaga Ahli Provinsi Jawa Timur Nuril Wahyudi juga berharap hasil kegiatan PISEW tahun ini yang sudah dikerjakan bisa benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Sumenep.
“Sehingga apa yang sudah kita bangun melalui program PISEW benar-benar bisa bermanfaat, bisa berumur panjang, bisa dinikmati oleh masyarakat di desa,” harapnya.
KKAD Kalianget melalui Kepala Desa Karanganyar selaku penerima kegiatan PISEW tahun 2023 mengaku keberadaan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu sangat bermanfaat kepada masyarakat di wilayahnya.
“Program PISEW itu benar-benar sangat bermanfaat. Tahun ini kami dapat infrastruktur pembangunan TPT dan Rabat Beton. Semoga tahun berikutnya Desa Karanganyar bisa dapat lagi dari kegiatan PISEW,” ujarnya saat pemaparan pada Pertemuan Kecamatan II dan Serah Terima Hasil Kegiatan Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD) di Balai Kecamatan Kalianget.
Sebelumnya, Selasa (17/10) meliputi Kecamatan Gapura, Dungkek, Batuputih, Batang-batang dan Nonggunong yang dipusatkan di Balai Kecamatan Gapura. Kemudian Kecamatan Lenteng, Pragaan, Bluto, Giligenting, Batuan, Guluk-guluk dan Kecamatan Kota Sumenep yang dipusatkan di Balai Kecamatan Lenteng.
Sumenep sendiri termasuk menjadi kabupaten paling banyak yang menerima program kegiatan PISEW tahun 2023. Dari 27 kecamatan, ada 23 kecamatan yang menerima. Di mana dalam satu kecamatan ada 2 desa penerima. Total ada 18 kecamatan yang sudah melaksanakan Pertemuan Kecamatan (PK) ll dan Serah Terima Hasil Kegiatan dari Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD). (ilyas)


