SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Gubernur Khofifah lebih memilih membuat status pencitraan dirinya di media sosial WhatsApp ketimbang menanggapi kondisi jalan Pelabuhan Masalembu yang dibiarkan rusak bertahun-tahun yang mengancam nyawa, Senin (16/3/2026) malam.
Sebagaimana dilihat Jurnalis Indonesia, Gubernur Khofifah lebih memilih membagikan pemberitaan seremonial dirinya di beberapa media. Di antaranya terkait jadwal pelaksanaan open house saat lebaran 2026 hingga menggelar pasar murah.
Sementara konfirmasi Jurnalis Indonesia, terkait kondisi jalan Pelabuhan Masalembu yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim yang hingga kini dibiarkan rusak parah mengancam nyawa masyarakat di kepulauan itu enggan ditanggapi.
Sebelumnya diberitakan Jurnalis Indonesia, kondisi jalan Pelabuhan Masalembu, Kabupaten Sumenep, yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengancam nyawa masyarakat pengguna jalan lantaran dibiarkan rusak parah bertahun-tahun tanpa perbaikan.
Pantauan Jurnalis Indonesia, sepanjang jalan Pelabuhan Masalembu sudah tidak layak dilewati dan rusak parah. Bergelombang dan dipenuhi genangan air saat hujan turun.
Menurut warga setempat, kondisi jalan Pelabuhan Masalembu kini sudah tidak aman dan mengancam nyawa keselamatan masyarakat pengguna jalan. Padahal keberadaan jalan Pelabuhan Masalembu merupakan akses utama bagi masyarakat di kepulauan itu untuk menuju pelabuhan serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Lihat saja kondisi jalan Pelabuhan Masalembu ini mengenaskan bukan. Dan kondisi jalan Pelabuhan Masalembu ini tidak layak dilewati. Tapi apalah daya, karena menjadi satu-satunya akses jalan menuju Pelabuhan mau tidak mau harus lewat disini meskipun keberadaannya sangat mengancam nyawa keselamatan masyarakat yang lewat,” ungkap Lia kepada Jurnalis Indonesia seraya menunjukkan kondisi sepanjang jalan Pelabuhan Masalembu yang mengenaskan.
Sementara teman Lia yang kebetulan liburan ke Pulau Masalembu asal Kecamatan Daratan di Kabupaten Sumenep mengaku miris dengan kondisi jalan Pelabuhan Masalembu yang dibiarkan rusak parah mengancam nyawa keselamatan masyarakat di kepulauan yang terdiri dari empat desa itu.
“Jalan Pelabuhan Masalembu ini benar-benar mengenaskan kondisinya. Kondisi jalan Pelabuhan Masalembu ini sudah tidak layak dilewati, dan konon sudah banyak memakan korban orang jatuh kenapa masih dibiarkan seperti ini,” tanyanya menyindir. (ily)


