SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus mudik melalui jalur laut menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep mulai mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan penumpang terlihat di Pelabuhan Kalianget sejak pagi hari pada H-4 Lebaran, Selasa (17/3/2026).
Di tengah peningkatan penumpang, Plt Kadisperkimhub Kabupaten Sumenep Achmad Dzulkarnain dan Kepala KSOP Kalianget Azwar bersinergi turun langsung ke pelabuhan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Ribuan calon penumpang tampak memadati area keberangkatan dengan membawa barang bawaan serta keluarga mereka. Antusiasme masyarakat begitu terasa karena ingin segera tiba di kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama sanak saudara.
Pada hari tersebut, setidaknya tiga kapal diberangkatkan secara berurutan menuju sejumlah pulau di wilayah Sumenep.
Kapal pertama, KM Express Bahari 9C, bertolak pada pukul 08.00 WIB menuju Pulau Kangean dengan mengangkut 402 penumpang dewasa serta 8 anak dan bayi.
Selang sekitar 15 menit, KMP Wicitra Dharma I menyusul berangkat menuju rute Sapudi-Jangkar dengan membawa 308 penumpang dewasa dan 17 anak serta bayi.
Sementara itu, pada pukul 09.00 WIB, KM Sabuk Nusantara 92 diberangkatkan menuju Pulau Masalembu dengan jumlah penumpang 267 orang dewasa dan 39 anak serta bayi.
Jika diakumulasikan, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Pelabuhan Kalianget dalam kurun waktu kurang dari satu jam mencapai lebih dari 1.000 orang. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat kepulauan menjelang perayaan Idul Fitri.
Lonjakan penumpang tersebut tidak hanya mencerminkan kuatnya tradisi mudik masyarakat, tetapi juga menegaskan bahwa transportasi laut masih menjadi jalur utama bagi warga kepulauan di Kabupaten Sumenep. Banyaknya anak dan bayi yang turut serta dalam perjalanan juga menggambarkan bahwa mudik dilakukan bersama keluarga.
Meski terjadi peningkatan volume penumpang, situasi di pelabuhan tetap berlangsung tertib dan kondusif. Proses naik kapal berjalan lancar dengan pengawasan dari berbagai instansi terkait, seperti TNI, Polri, KSOP Kalianget, Polairud, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta UPT Pelabuhan Kalianget.
Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pemudik selama proses keberangkatan.
Fenomena meningkatnya arus mudik ini juga menjadi bagian dari rangkaian program Mudik Gratis Sumenep 2026 yang tidak hanya difokuskan pada jalur darat dari Jakarta, tetapi juga memaksimalkan jalur laut guna menjangkau wilayah kepulauan.
Dengan pengelolaan yang terorganisasi dan pengawasan yang ketat, arus mudik Lebaran di Kabupaten Sumenep tahun ini berjalan relatif lancar sekaligus menunjukkan kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.
“Kami memastikan proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan nyaman. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama arus mudik Lebaran tahun ini,” tegasnya.


