SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mempercepat proses perbaikan jembatan di Kecamatan Gili Genting. Saat ini, tahapan menuju lelang proyek sedang dipersiapkan setelah dokumen pengajuan diterima dan dikaji oleh pimpinan daerah.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH menyampaikan bahwa langkah percepatan dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menanti kepastian pembangunan infrastruktur tersebut.
“Perbaikan jembatan di Gili Genting segera kita tindak lanjuti melalui mekanisme tender. Surat pengajuannya sudah masuk sekitar tiga minggu lalu dan kini sedang diproses,” terang Bupati Cak Fauzi, Rabu (11/02/2026).
Ia menuturkan, dalam kondisi darurat atau kebencanaan, pemerintah daerah memiliki opsi pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Skema tersebut dinilai lebih efektif karena dapat digunakan tanpa harus menunggu siklus perencanaan anggaran tahunan.
“Biasanya jika berkaitan dengan bencana, kita manfaatkan dana BTT agar penanganan bisa lebih cepat. Tanpa itu, penganggaran harus direncanakan jauh hari sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan kerap muncul ketika bencana terjadi mendekati akhir tahun anggaran. Pada masa itu, ruang fiskal maupun administrasi pemerintah sudah terbatas karena fokus pada penyelesaian anggaran berjalan.
“Jika terjadi di penghujung tahun, sulit dimasukkan ke APBD berikutnya karena proses pengesahan sudah rampung. Di sisi lain, administrasi akhir tahun juga padat dengan berbagai penyelesaian keuangan,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Pemkab Sumenep memilih memulai penanganan sejak awal tahun anggaran 2026, yakni pada Januari, agar prosesnya lebih fleksibel dan tidak berbenturan dengan penutupan administrasi keuangan daerah.
Dengan tahapan yang kini terus berjalan, proses tender perbaikan jembatan di Gili Genting ditargetkan segera dilaksanakan. Langkah ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur yang aman, layak, dan mendukung aktivitas masyarakat kepulauan.


