SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sumenep menggelar kegiatan Pasar Murah dan Bazar Ramadan sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep pada Rabu (11/3/2026) tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Acara ini melibatkan berbagai pihak yang tergabung dalam program pengendalian harga pangan di daerah.
Pelaksanaan pasar murah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep, Badan Pangan Nasional, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep, Perum Bulog, serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Selain itu, bazar Ramadan juga menghadirkan berbagai produk dari pelaku UMKM lokal, mulai dari aneka kue kering, sambal kemasan, hingga sayuran segar.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai lembaga, termasuk Kejaksaan Negeri Sumenep, menjadi hal penting dalam memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil di tengah masyarakat.
“Melalui pasar murah ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi di Kabupaten Sumenep,” ujar Bupati Fauzi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Nislianudin, S.H., M.H., mengatakan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
“Biasanya pada bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri terjadi peningkatan kebutuhan bahan pokok. Oleh karena itu, kami bersama pemerintah daerah berupaya menghadirkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nislianudin juga meninjau langsung sejumlah stan UMKM yang turut meramaikan bazar Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya secara langsung.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi daerah. Kami berharap masyarakat merasakan manfaatnya, dan pelaku UMKM lokal dapat semakin berkembang,” pungkasnya.


