PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Tidak semua insan muslim dan muslimah yang ada di wilayah negara Indonesia merasakan bahagia menghadapi datangnya Hari Raya Idul Fitri 2024.
Akan tetapi ada puluhan masyarakat Pemalang Jawa Tengah, yang masuk di Paguyuban Ojek Lawang Rejo merasakan hal yang kurang membuat mereka tidak bahagia dikarenakan sepinya penumpang menjelang minus 3 hari Idul Fitri 1445 H.
Terlihat oleh awak media seorang kakek yang berusia s68 tahun di pangkalan ojek Lawang Rejo Pemalang.
Saat dihampiri wartawan Jurnalis Indonesia, Sumardi alias Gepeng biasa dipanggil, yang berprofesi menjadi ojek pangkalan di pertigaan perbatasan wilayah Kabupaten Pemalang-Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan keluh kesahnya di momentum jelang lebaran Idul Fitri ini.
“Lebaran tahun 2024 ini, kami dari paguyuban ojek Lawang Rejo, merasakan sedih, kurang berbahagia dikarenakan sepinya penumpang,” keluhannya kepada wartawan Jurnalis Indonesia di Pemalang, Minggu (7/4/2024).
Menurutnya, lebaran tahun ini, beda sekali dengan 5 tahunan yang lalu lantaran masih dapat penghasilan dari profesi tukang ojek yang dijalani dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
“Sementara tahun ini, penghasilan kita sepi karena sepinya penumpang, sehingga kita tidak dapat penghasilan untuk membahagiakan anak dan istri. Membelikan pakaian, ber-zakat di Hari Raya Idul Fitri ini,” ucapnya sedih.
Pihaknya berharap, ada perhatian pemerintah kepada para tukang ojek seperti dirinya.
“Harapan kami ada pihak-pihak baik Pemerintah Kabupaten Pemalang ataupun swasta yang ada kepedulian kepada kami, terhadap sepinya penumpang di hari minus 3 menuju lebaran 2024 ini,” harapnya. (sus)

Tidak ada Respon