SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Opening Ceremony, pengukuhan kelulusan siswa kelas BII, VI, IX, dan XII, yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 serta tasyakuran pondok.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, itu dihadiri para masyayikh, jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan, dewan guru, santri, wali santri, hingga masyarakat sekitar.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, K.H. Naufal Abdul Mannan, menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di pesantren bukan hanya menghasilkan santri yang memiliki prestasi akademik tinggi, melainkan pribadi yang berakhlak baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Kami tidak hanya ingin melahirkan santri yang cerdas, tetapi juga pribadi yang baik serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Kepintaran bisa saja disalahgunakan, sedangkan orang yang memiliki akhlak baik akan memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, nilai tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesama.
Selama 57 tahun berdiri, Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin terus menjadikan prinsip tersebut sebagai landasan dalam proses pendidikan. Pesantren berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya berbekal ilmu, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap agama, bangsa, dan masyarakat.

Tidak ada Respon