PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260920-WA0013

Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Pada
Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih
Lima Peserta SPPI Meninggal, Komnas HAM Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil Bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih
A-AA+A++

JAKARTA (JURNALIS INDONESIA) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah menghentikan program pembekalan berupa Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diwajibkan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti pelatihan dasar militer.

IMG-20260617-WA0002

Menurut Komnas HAM, materi latihan militer tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi. Penguatan kapasitas calon manajer seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, serta literasi keuangan.

Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menegaskan pemerintah perlu mengevaluasi sekaligus menghentikan pelaksanaan pembekalan berbasis latihan dasar militer bagi calon manajer KDMP maupun KNMP.

“Agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manajer koperasi KDMP dan KNMP,” ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan, koperasi merupakan lembaga ekonomi yang berorientasi pada pengelolaan usaha, pelayanan kepada anggota, serta tata kelola organisasi. Karena itu, pelatihan dasar kemiliteran dinilai tidak secara langsung mendukung tercapainya kompetensi tersebut.

Komnas HAM juga menyoroti adanya korban jiwa dalam pelaksanaan program tersebut sehingga menjadi perhatian serius yang harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Pertahanan hingga 27 Juni 2026, lima peserta SPPI meninggal dunia akibat sejumlah kondisi medis, di antaranya heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.

Kelima peserta yang meninggal dunia tersebut yakni Yonanda Mohamad Taufiq saat mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Annisa Muyassaroh di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Novia Rahmadhani Sihotang di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Muhammad Rifqi Renaldi di Satdik Yon Para Raider 465, serta Nola Diasari di Satdik C Kalimantan.

Bacaan Lainnya

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan 757 Anak Yatim

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Jadi ke-757...

Bang Ali Kembali Gelar Aksi BBM Gratis, Sasar Warga Pamekasan hingga Sampang

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Gerakan sosial yang dilakukan...

AZ Syahra Nastiti Ramadhani, Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Ukir Prestasi dari Nasional hingga Internasional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Medali demi medali tidak...

Ringan Beban Warga, Bang Ali Zainal Abidin Bagikan BBM Gratis di Pamekasan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Semangat Fastabiqul Khairat atau...

SMAN 1 Masalembu Juara I Lomba Antikorupsi, Siap Wakili Sumenep ke Tingkat Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan...

Hari Pramuka ke-65, Wabup Sumenep Dorong Gerakan Pramuka Perbanyak Aksi Nyata

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Wakil Bupati Sumenep KH...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *